Bali Kerthi

Gubernur Bali Melaksanakan Persembahyangan Puncak Karya Ida Betara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih

BALIOTONOM.id (6/4/2023)| Gubernur Bali Wayan Koster bersama Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra didampingi Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Nyoman Parta dan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra melaksanakan persembahyangan dan mengikuti prosesi Upacara Mapeselang pada Puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Penataran Agung Besakih, Purnama Kadasa (Buda Umanis, Prangbakat) 5 April 2023.

Persembahyangan Puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih juga dihadiri oleh Bupati Karangasem, Bupati Klungkung, Bupati Jembrana, Panglingsir Puri Agung Klungkung, Ida Dalem Semaraputra serta Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali.

Dalam sembrama wacana, Gubernur Bali, Wayan Koster disambut apresiasi oleh Pamedek yang melaksanakan persembahyangan di Pura Penataran Agung Besakih. Para Pamedek dengan kompak menyatakan enak sekarang Kawasan Suci Pura Agung Besakih ditata rapi.

Untuk menjaga kenyamanan, keamanan, ketertiban, keselamatan, kebersihan, dan keindahan dalam rangka mendukung pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh, Murdaning Jagat Bali mengajak Pamedek untuk melaksanakan dengan tertib dan disiplin Surat Edaran Nomor : 03 Tahun 2023 Tentang Tatanan Baru Bagi Pamedek/Pengunjung Saat Memasuki dan Berada di Kawasan Suci Pura Agung Besakih Selama Pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh.

Gubernur Bali mengajak kepada Pamedek yang menggunakan kendaraan bus hanya boleh parkir di Tempat Parkir Kedungdung (Asti Mandala), untuk kendaraan roda empat hanya boleh parkir di Gedung Parkir Barat Area Manik Mas (Kreta Graha Kulon), sedangkan sepeda motor hanya boleh parkir di Gedung Parkir Timur Area Manik Mas (Rangga Graha Wetan).

“Untuk Pamedek juga dilarang keras membawa/menggunakan tas kresek, pipet plastik, styrofoam, serta produk lain berbahan plastik sekali pakai. Pamedek yang membawa sarana Upakara yang sudah dihaturkan/lungsuran, dilarang keras membuang sisa lungsuran di Kawasan Suci Pura Agung Besakih, berkewajiban membawapulang kembali sisa lungsuran, dan Pamedek dilarang keras membuang sampah sembarangan di Kawasan Suci Pura Agung Besakih, atau secara bersama-sama kita memiliki kewajiban untuk membawa pulang semua sampah yang dihasilkan,” ajak Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam kesempatannya mendapatkan ‘applause’ tepuk tangan dari para Pamedek yang melaksanakan persembahyangan di Pura Penataran Agung Besakih, karena dalam masa 4 tahun lebih memimpin Bali bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace dinilai telah bekerja dengan ekstra keras untuk menjaga alam Bali, manusia Bali, dan kebudayaan Bali yang menjadi untengnya kejayaan gumi Bali.(*/02)

Back to top button