HUT ke-81, PMI Karangasem Gelar Beragam Kegiatan dan Perkuat Pelayanan Darah

KARANGASEM, MEDIA9.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Kab. Karangasem menyiapkan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke 81. Mulai dari memperkuat pelayanan darah, meningkatkan pendonor sukarela dan stok darah, hingga acara lainnya.
Ketua PMI Kabupaten Karangasem, I Gusti Ngurah Setiawan, mengatakan, HUT PMI ke 81 menjadi momentum untuk perkuat solidaritas serta meningkatkan keterlibatan masyarakat di dalam kegiatan kemanusiaan. Sesuai dengan tema HUT “Peduli, Bergerak Bersama”.
“Pada intinya, kita tidak akan bisa hebat ketika sendiri. Satukan pikiran, satukan kata, satukan tindakan. Saya yakin misi kemanusiaan tercapai dengan sukses,”kata Gusti Setiawan, Rabu (9/9/2026).
Gus Sombie sapaan akrab I Gusti Setiawan menambahkan, keterlibatan berbagai elemen masyarakat dibutuhkan demi perkuat pelayanan kemanusiaan.
“PMI milik kita bersama. Mari kita sebagai warga Karangasem bergerak bersama di bidang kemanusiaan,”tambahnya.
PMI Karangasem terus memperkuat layanan donor darah demi memenuhi kebutuhan masyarakat. PMI mencatat kebutuhan darah di Kab. Karangasem sekitar 500 – 550 kantong perbulan atau 6 ribu lebih per tahun. Angka ini lumayan tinggi.
Kepala Unit Pengelola Darah (UPD) PMI Karangasem, Ni Made Maya Rasnadea Tami, mengungkapkan, kebutuhan darah tersebut disalurkan berdasarkan permintaan serta rekomendasi dokter.“Sekitar 500 – 550 kantong permintaan perbulan sesuai data yang sudah masuk,”jelas Maya.
Untuk jaga ketersediaan darah, PMI terus melaksanakan sosialisasi dan edukasi donor darah melalui komunitas, sekolah dan lingkungan masyarakat. Edukasi juga sasar generasi muda yang telah penuhi persyaratan donor. Sehingga stok darah bisa cover permintaan warga.
“Saat ini, lebih dari 70 persen kebutuhan darah di Karangasem dipenuhi melalui donor sukarela. PMI berharap partisipasi pendonor terus meningkat agar ketersediaan darah tetap ada,”harap Maya.
Gus Sombie mengaku PMI juga memberikan perhatian terhadap golongan darah AB. Mengingat jumlah pemiliknya relatif sedikit dibandingkan golongan darah lain. Tujuannya untuk antisipasi kekurangan stok dan bisa dimanfaatkan jika masyarakat membutuhkan darah AB.
“PMI Karangasem juga akan memberi penghargaan pada pendonor dengan jumlah donasi 10, 25, 50 hingga 100 kali donor,”tambah Gus Sombie.
Selain itu, PMI Karangasem menegaskan darah yang di dapat dari kegiatan donor tidak diperjual belikan. Sebelum diberikan ke pasien, darah donor harus melalui sejumlah tahapan, mulai dari pengolahan, pemeriksaan, skrining hingga pencocokan dengan darah si pasien.
“Darah yang didonorkan bukan langsung diberikan ke penerima. Ada proses didalamnya, mulai pengolahan, pemeriksaan, pencocokan, dan skrining penyakit. Sehingga darah yang diberikan ke pasien bisa dipastikan aman dan sesuai kebutuhan medis,”terang Maya.
Gusti Ngurah Setiawan dan dokter Maya menegaskan, biaya didalam pelayanan darah merupakan biaya pengolahan serta perawatan yang mekanismenya telah diatur secara nasional. Melalui aturan yang ditentukan. Tindakan tersebut bukan bagian dari praktik jual beli darah.
Pihaknya mengajak masyarakat agar terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan sekaligus meningkatkan kesadaran menjadi pendonor darah secara rutin. PMI Karangasem tengah menyiapkan digitalisasi pendonor dan ketersediaan darah demi transparansi pasokan darah.
“Sistem tersebut ditujukan untuk mempermudah pencatatan stok, pendataan pendonor, pelacakan asal – usul darah, pencarian pendonor ketika terjadi kebutuhan mendesak. Sehingga prosesnya transparan,”jelas Gus Sombie.
Selain meningkatkan layanan dan ketersediaan darah di Karangasem, PMI Kab. Karangasem mengelar kegiatan lain serangkaian HUT ke 81. Satu diantaranya kegiatan bersih – bersih di Pantai Ujung, Desa Tumbu 11 September 2026.
Selanjutnya, tanggal 14–16 September digelar lomba video poster bertema “Palang Merah Indonesia”. Lomba cerdas cermat tingkat SMP se -Kab. Karangasem. Sedangkan perayaan internal HUT PMI akan digelar sederhana 17 September. Dilangsungkan malam apresiasi dijadwalkan digelar di Jalur Sebelas.
“Selain layanan darah, PMI juga menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan. Satu diantaranya pertolongan pertama, penanggulangan bencana,layanan kesehatan dan lainnya. Termasuk pendistribusian air bersih,”tutup Gus Sombie.



















