Ny. Putri Koster Lepas PIN TP PKK dan Dekranasda

DENPASAR, baliotonomi.com (6/9/2023) – Ny. Putri Koster selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali sekaligus Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali membubarkan kepengurusan Tim Penggerak PKK Provinsi Bali dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali masa jabatan 5 Tahun terakhir, beriring berakhirnya masa jabatan Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali periode I tahun 2018-2023 pada 5 September 2023.
“Selaku ex officio Gubernur Bali, saya selaku Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Bali juga akan mengakhiri masa jabatan Saya, namun Saya tetap berpesan kepada kader Tim Penggerak PKK untuk tetap menjadi aktif dalam mengawal perkembangan dan kesejahteraan keluarga.
Mari mulai dari keluarga kita bangun komunikasi yang baik dan terpola, agar lahir dan tumbuh generasi-generasi yang kuat, sehat, cerdas dan berkualitas,” tegasnya sesaat setelah memberikan sambutan serangkaian Pembubaran Pengurus TP PKK Provinsi Bali dan Pembubaran Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Bali, di Ruang Rapat Gedung Gajah, Jaya Sabha-Denpasar, Senin (4/9/2023).
Pembubaran kepengurusan TP PKK Provinsi Bali dan Dekranasda Provinsi Bali ditandai dengan pelepasan PIN pengurus dan anggota. Pada kesempatan ini, Ny. Putri Koster yang biasa disapa bunda Koster mengucapkan terima kasih atas dukungan, kerjasama dan sinergitas yang dilakukan bersama-sama selama masa kepemimpinannya.
“Turun bersama, bersinergi dan membentuk tim solid yang tiada mengenal rasa lelah menjadikan kinerja kita sebagai Tim Penggerak PKK dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah tidak terasa sudah sampai di penghujung masa jabatan Saya. Namun Saya sangat bangga dengan semua ini, bukan semata-mata hanya karena mampu melewati ujian pada masa Covid-19 selama 2 tahun, namun kinerja kita bersama mampu membawa mereka para pelaku IKM/UMKM mampu bertahan bahkan berkembang. Hal ini tentu memberikan dampak positif, baik bagi pelaku IKM/UMKM secara finansial, sekaligus berdampak baik bagi pelestarian budaya dan adat Bali, khususnya pelestarian kain tenun tradisional endek Bali,” kata istri Gubernur Bali Wayan Koster.
Wanita multitalenta ini menambahkan, selama ini dalam melaksanakan tugas-tugas pihaknya selalu bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali yang sudah mengeluarkan Peraturan Pemerintah maupun Surat Edaran yang mendukung pergerakan Tim Penggerak PKK serta DEKRANASDA Provinsi Bali.
Pergub dan Surat Edaran tersebut benar-benar bertujuan untuk melindungi kekayaan kearifan lokal Bali yang bertujuan untuk kesejahteraan krama Bali pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
“Selaku Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Saya mengharapkan bapak/ ibu yang kepengurusannya berakhir pada hari ini, yang juga merupakan anggota masyarakat Bali untuk tetap menjadi pionir-pionir dalam melanjutkan penerapan Pergub dan Surat Edaran Pemerintah Provinsi Bali. Dan di penghujung jabatan, Saya selaku Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua DEKRANASDA Provinsi Bali, mengucapkan terima kasih atas Kerjasama selama ini yang sudah terjalin dengan baik. Kami berharap Kerjasama yang baik ini tidak berhenti sampai disini, dan kedepannya bisa berlanjut di kesempatan yang lain,” ungkapnya lagi.(*/03).



















