Bersihkan Sampah di Kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai, Ini Kata Pj Gubernur Bali

DENPASAR,baliotonomi.com (27/11/2023) – Pj Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya bersama Sungai Watch membersihkan hilir sungai di Kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai Denpasar pada Minggu (26/11/2023).
“Ternyata tidak mudah membersihkan sampah yang sudah terlanjur di buang di sungai,” ungkap Mahendra Jaya saat memungut sampah di sela-sela tanaman bakau.
Ia menyampaikan, sampah tidak hanya di permukaannya saja, tapi masuk ke sela-sela lumpur hingga akar bakau. Belum lagi susahnya berjalan di tengah-tengah lumpur bakau tentu membutuhkan tenaga dan upaya ekstra.
“Saya kemudian kemari melihat ternyata ini ada suatu persoalan besar terkait bagaimana kita bisa mau lebih merawat alam, menjaga alam dengan tidak membuang sampah sembarangan karena ini tempat yang begitu bagus. Kita disini merasa begitu damai begitu sejuk tetapi banyak sekali sampah plastik,” ujar Mahendra Jaya.
Ia menegaskan, banyaknya sampah plastik dapat berdampak buruk terhadap kelangsungan biota yang ada.
Hal tersebut dibenarkan Kepala UPTD Tahura Ngurah Rai, I Ketut Subandi. Menurutnya, pencemaran limbah rumah tangga berdampak besar terhadap biota yang hidup di kawasan bakau Tahura Ngurah Rai.
Subandi mengatakan, dahulu banyak ditemukan kepiting bakau di kawasan tersebut. Namun, saat ini jumlahnya terus menurun dan ukurannya pun kecil-kecil.
Sementara, salah satu pendiri Sungai Watch, Gary Bencheghib meminta Pemerintah Provinsi Bali dapat menegakkan regulasi terkait sampah di Bali bahkan memberikan sanksi tegas bagi oknum-oknum yang kedapatan membuang sampah sembarangan khususnya di aliran sungai.
Pemerintah Provinsi Bali telah mengatur mengenai pengelolaan sampah melalui Perda No. 5 Tahun 2011, serta Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.
Mahendra Jaya berjanji akan memaksimalkan peran DKLH dan Satpol PP Provinsi Bali dalam menindaklanjuti persoalan sampah di Bali bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota.
Mahendra Jaya meminta seluruh masyarakat turut menjaga alam Bali dengan tidak membuang sampah sembarangan. Perlu adanya gerakan sosial bersama untuk menangani masalah sampah di Bali.
Ia mengapresiasi masyarakat peduli lingkungan dan juga lembaga non profit Sungai Watch atas kepeduliannya terhadap alam Bali. Ia menilai hal ini merupakan salah satu bentuk Ngrombo (bergotong-royong bersama.red) untuk memecahkan permasalahan sampah di Bali.
“Saya sebagai putra daerah yang kebetulan mendapat amanah sebagai Pj. Saya hanya bisa matur suksma, suksma, suksma,” kata Mahendra Jaya.(*/04).



















