Pj Gubernur Mahendra Jaya Apresiasi Peran FKUB Merawat Kerukunan

DENPASAR,baliotonomi.com (26/6/2024) – Pj. Gubernur Bali S. M. Mahendra Jaya membuka rapat kerja daerah Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Bali di Hotel Grand Santhi Denpasar, Selasa (25/6/2024).
Ia mengapresiasi peran FKUB dalam menjaga dan merawat kerukunan antar umat beragama sehingga kondusifitas Bali tetap terjaga dengan baik.
Pj.Gubernur mengibaratkan Indonesia, demikian juga Bali seperti pelangi yang indah karena adanya berbagai warna atau keberagaman. Namun menurutnya, mengelola keragaman itu agar menjadi sesuatu hal yang indah bukanlah hal yang mudah. Ia kemudian mencontohkan kecakapan seorang pelukis dalam memberikan sentuhan warna hingga tercipta karya yang indah.
“Terlihat mudah dilakukan oleh sang pelukis, itu karena dia memiliki kemampuan dan keterampilan. Prosesnya tidak mudah, perlu ketekunan, keseriusan, dan fokus untuk dapat memiliki kemampuan dan keterampilan melukis seperti itu,” ujarnya.
Hal yang sama menurutnya juga berlaku pada upaya mewujudkan situasi kondusif dan shanti. Itu butuh proses yang tak mudah dan FKUB dinilai mengambil peran besar dalam menjaga situasi tetap kondusif dengan menjaga kerukunan antar umat beragama.
Oleh karena itu, Pj. Gubernur menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada jajaran FKUB Bali yang telah berupaya menjaga kerukunan masyarakat.
“Bali yang religius dan plural sangat kondusif, tentu karena peran dan upaya FKUB,” ujarnya.
Ia berpendapat, FKUB patut diapresiasi bukan semata karena berhasil mengatasi konflik tapi juga aktif melakukan pencegahan. Ditambahkan olehnya, upaya pencegahan menjadi penting karena jika konflik sampai pecah, pemulihannya membutuhkan ongkos yang sangat besar.
Ketua Umum FKUB Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas besarnya perhatian yang ditunjukkan Pj. Gubernur Mahendra Jaya kepada forum lintas agama yang dipimpinnya.
“Pertemuan seperti ini sering kita selenggarakan, tapi kali ini sangat membahagiakan karena dihadiri langsung oleh Bapak Gubernur. Atas perhatian beliau, baru kali ini juga FKUB Bali bisa melaksanakan kegiatan di hotel,” ucapnya.
Melalui kesempatan itu, Ida Sukahet berpesan kepada siapapun pejabat definitif yang nantinya terpilih baik di level Provinsi maupun Kabupaten/Kota agar memperhatikan keberadaan FKUB di wilayah masing-masing.
Menurutnya, Bali sebagai destinasi wisata dunia sangat bergantung pada situasi kondusif yang salah satunya dipengaruhi oleh kerukunan. “FKUB itu kerjanya seperti pegadaian, menyelesaikan masalah tanpa masalah.
Sementara itu, Ketua Panitia Rakerda FKUB I Gusti Made Ngurah dalam laporannya menyampaikan bahwa organisasi lintas agama ini telah berkegiatan sejak tahun 2008. Ia menambahkan, Rakerda FKUB yang melibatkan 128 peserta ini telah diawali dengan dialog kerukunan di tingkat Kabupaten/Kota pada bulan April dan Mei 2024 lalu.
Dari dialog tersebut, FKUB Bali mengumpulkan berbagai informasi dan masukan terkait ragam dinamika dalam kehidupan umat beragama.
“Dinamika itu kita pilah menjadi tiga yaitu masalah internal, masalah yang membutuhkan koordinasi antar majelis umat dan ada dinamika yang perlu dibahas dalam Rakerda,” paparnya. (*/03).



















