BadungHukum & Politik

Mahendra Jaya : KPU dan Bawaslu Salah Satu Penentu Suksesnya Pemilu 2024

BADUNG,baliotonomi.com (12/1/2024) – Penjabat Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya menyampaikan, Pemilu merupakan pestanya rakyat sebagai perwujudan dari hak demokrasi rakyat.

Hal tersebut disampaikan Sang Made Mahendra Jaya saat menghadiri penyerahan berita acara pinjam pakai Gedung Graha Pemilu Alaya Giri Nata dari Bupati Badung kepada KPU dan Bawaslu Kabupaten Badung, Kamis (11/1/2024). Menurutnya, perbedaan pandangan dan pilihan dalam demokrasi adalah hal biasa.

“Semua pada dasarnya pasti bertujuan untuk keberlanjutan dan kemajuan pembangunan termasuk peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” jelasnya.

Ia menilai, adanya riak-riak dan peningkatan suhu politik pada pelaksanaan pemilu merupakan hal biasa, namun tetap harus dapat terkontrol sesuai dengan batasan toleransinya.

BACA JUGA:  Koster Bacakan Pesan Megawati pada The 3rd World Civilizations Harmony Forum, Serukan Peradaban Dunia  Berkeadilan

Di sisi lain, Mahendra Jaya menilai kesuksesan pelaksanaan pemilu dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu), peserta pemilu (partai politik, para paslon dan calon legislatif), pemilih (masyarakat) dan stakeholder lain seperti pemerintah pusat dan daerah, kepolisian, TNI, ASN dan aparat lainnya. Keempat faktor ini menurutnya memiliki perannya masing-masing serta saling melengkapi.

Terkait fasilitasi gedung KPU dan Bawaslu Kabupaten Badung oleh Pemerintah Kabupaten Badung, Mahendra Jaya menegaskan hal tersebut sangat baik. Terlebih, dengan posisi gedung yang tidak hanya berdekatan namun berada di dalam satu atap, ia berharap dapat memacu semangat anggota KPU dan Bawaslu beserta staf dan perangkat pendukung lainnya untuk bekerja dengan baik, profesional dan berintegritas.

BACA JUGA:  Koster Paparkan Strategi Amankan Pertanian dan Kendalikan Alih Fungsi Lahan Dihadapan 140 Akademisi

“Selain itu, karena sudah satu atap akan memudahkan komunikasi dan koordinasi antar penyelenggara,” katanya.

Sementara, Ketua Bawaslu Rahmad Bagja dan Ketua KPU Hasyim Asy’ari sepakat beban paling berat pada pelaksanaan Pemilu 2024 adalah di kabupaten/kota.

Bahkan, kata Hasyim Asy’ari, belum selesai penyelenggaraan pemilu 2024 di tingkat nasional, KPU Kabupaten/Kota telah mulai bekerja mempersiapkan pilkada yang rencananya akan dilaksanakan pada September atau November 2024 mendatang.

BACA JUGA:  Koster Bacakan Pesan Megawati pada The 3rd World Civilizations Harmony Forum, Serukan Peradaban Dunia  Berkeadilan

Pada kesempatan tersebut, Pj. Gubernur Bali bersama dengan Ketua Bawaslu, Ketua KPU dan Bupati Badung serta Ketua KPU dan Bawaslu Kabupaten Badung, jajaran Forkopimda meninjau kesiapan logistik pelaksanaan pemilu tahun 2024 pada Gudang Logistik Kabupaten Badung yang terletak tepat di belakang Gedung KPU dan Bawaslu Kabupaten Badung. (*/03) 

Back to top button