Badung

Sekda Minta BPBD Bangun Kolaborasi secara Multihelix

DENPASAR, baliotonomi.com (3/5/2024) – BPBD Provinsi Bali melaksanakan Rapat Koordinasi Daerah Penanggulangan Bencana (Rakorda PB) Provinsi Bali tahun 2024.

Rakorda PB kali ini mengusung tema “Penguatan Resiliensi Bali Dwipa Jaya”. Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari, 3 – 4 Mei 2024 di Hotel Plagoo Holiday, Nusa Dua.

Rakorda dihadiri berbagai unsur, baik dari Instansi vertikal di Provinsi Bali, lembaga/ organisasi terkait, OPD di Pemerintah Provinsi Bali, BPBD Kabupaten/ Kota se-Bali.

BACA JUGA:  Koster Bacakan Pesan Megawati pada The 3rd World Civilizations Harmony Forum, Serukan Peradaban Dunia  Berkeadilan

Kalaksa BPBD Provinsi Bali I Made Rentin dalam laporannya menyampaikan, Rakorda PB 2024 untuk memperkuat kolaborasi dan sinergitas, mengidentifikasi kendala, tantangan dan melakukan evaluasi pencapaian program penanggulangan bencana.

Kegiatan Rakorda PB tahun 2024 ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra.

Dalam sambutannya, Sekda menegaskan pentingnya membangun kolaborasi secara multihelix dalam penanggulangan bencana. Seluruh stakeholder terkait diminta merapatkan barisan untuk memperkuat institusi dan memperkuat kolaborasi sehingga penanggulangan bencana dapat dilakukan sebaik-baiknya, karena bencana menjadi urusan kita bersama.

BACA JUGA:  Koster Paparkan Strategi Amankan Pertanian dan Kendalikan Alih Fungsi Lahan Dihadapan 140 Akademisi

Sekda Dewa Made Indra menyampaikan arahan kepada para peserta Rakorda PB 2024, yaitu Penguatan kolaborasi dan sinergitas penanggulangan bencana oleh seluruh pihak (multihelix); Mengapresiasi kerja-kerja penanggulangan bencana oleh seluruh pihak (multihelix); dan Melakukan percepatan-percepatan kegiatan pengurangan risiko bencana (PRB), karena saat ini risiko bencana masih tumbuh lebih cepat dibandingkan kecepatan kita mengurangi risiko.

BACA JUGA:  Koster Paparkan Strategi Amankan Pertanian dan Kendalikan Alih Fungsi Lahan Dihadapan 140 Akademisi

Rakorda PB 2024 menjadi sarana koordinasi antara BPBD Provinsi dan Kabupaten/kota, serta mitra kerja terkait di Provinsi Bali, dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. (01*)

Back to top button