Bali KerthiBuleleng

PKK Peduli pada Kesehatan dan Kebahagiaan para Lansia

BALIOTONOM.id (14/2/2022) – Kesehatan dan kebahagiaan para lansia menjadi perhatian dan pergerakan PKK. Untuk itu PKK menggandeng para pakar dibidangnya untuk secara terus menerus mensosialisasikan melalui berbagai media.

Hal itu dikemukakan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster dalam dialog interaktif dengan tema “Hidup Sehat dan Bahagia di Masa Tua” di RRI Singaraja, Senin (14/2/2022).

Tidak hanya sosialisasi, dalam pergerakan aksi sosialnya TP PKK juga tidak hanya memberi perhatian kepada ibu hamil dan anak, tetapi juga kepada para lansia dengan memberikan bantuan makanan bergizi.

BACA JUGA:  Ratusan Atlet Berlaga di Kejurnas Kempo 2026 di Buleleng

“Pengecekan kesehatan ini nantinya diharapkan dapat menciptakan generasi penerus bangsa dan bertujuan agar para lansia sehat dan bahagia sehingga terwujudlah keluarga yang berdaya, sehat dan cerdas,” ujarnya.

Pendamping orang nomor satu di Bali ini juga menyampaikan, ke depannya PKK akan bersinergi dengan stake holder terkait penyediaan wadah bagi para lansia untuk dapat berkumpul, beraktivitas bersama dan saling berbagi cerita sehingga di usia senja mereka tetap produktif dan sehat.

Sementara itu, psikiater dan pemerhati kesehatan mental Prof. Dr. dr. Luh Ketut Suryani, Sp. KJ (K) yang turut hadir sebagai narasumber pada siang hari ini menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemprov Bali khususnya TP PKK Provinsi Bali yang dalam pergerakannya memberi perhatian penuh pada keberadaan para lansia.

BACA JUGA:  SMP Negeri 2 Singaraja Perkuat Prestasi, Karakter, dan Budaya Sekolah Aman

Terlebih dengan dicanangkannya tersedianya tempat bagi para lansia untuk bertemu, beraktivitas bersama dan bertukar pikiran sehingga hal ini akan berimbas positif bagi kesehatan fisik dan mental para lansia.

Prof. Suryani juga mengajak masyarakat untuk merubah mindset menganggap lansia sudah tidak berguna dan jompo dan menyebut mereka tua.

Lansia harus kita rawat dan berikan ruang bagi mereka untuk tetap beraktivitas seperti mandi pagi, berpakaian dengan warna yang mereka senangi sehingga para lansia akan sehat baik secara jasmani maupun rohani,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Psikiater FK Unud Dr. dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana, Sp. KJ (K) MARS, dimana peran keluarga sangat penting dalam memahami dan merawat para lansia.

BACA JUGA:  Lovina Festival 2026 Dibuka, Bupati Buleleng Tegaskan Kolaborasi dan Inklusivitas Sebagai Kunci Penguatan Pariwisata Bali Utara

“Menjadi tua adalah sebuah perjalanan hidup dan kita harus mempersiapkan diri akan hal itu. Kalau masanya sudah tiba mari kita nikmati karena menjadi tua bahagia dan sehat adalah sebuah keniscayaan,” tutupnya.(*/04)

Back to top button