BulelengPolitik

KPU Buleleng Lantik Ribuan KPPS Untuk Pilkada 2024

BULELENG,media9.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng melantik sebanyak 8.211 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Ribuan anggota KPPS tersebut akan bertugas di 1.173 tempat pemungutan suara (TPS) saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 pada 27 November mendatang.

Pelantikan dilakukan serentak di sembilan kecamatan, Kamis (7/11/2024). Komisioner KPU Kabupaten Buleleng yang sekaligus membidangi Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata menjelaskan, ribuan KPPS ini merupakan para pendaftar yang sebelumnya memenuhi syarat yang telah ditentukan. Mereka nantinya akan mulai bekerja usai pelantikan berlangsung.

BACA JUGA:  Terima Audiensi Mahasiswa Cipayung Plus, DPRD Buleleng Tekankan Solusi Bersama untuk Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Arya menyebutkan, seluruh anggota KPPS tersebut akan mendapatkan bimbingan teknis (bimtek) terkait mekanisme dan tugas saat hari pencoblosan. Selain itu, mereka juga akan ditugaskan untuk menyebarkan surat panggilan memilih kepada warga yang telah tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT). Arya menambahkan, sebanyak tujuh petugas KPPS akan ditempatkan pada masing-masing TPS saat hari pencoblosan.

BACA JUGA:  Ratusan Atlet Berlaga di Kejurnas Kempo 2026 di Buleleng

“Nanti ada bimtek untuk para KPPS yang dilantik ini,selanjutnya ada pembekalan proses hitung suara salah satunya sirekap. Sekarang kan ada sistem online dan offline itu semua terdokumentasikan, ketika sudah bagus sinyal tinggal kirim saja,”kata Arya.

Pihaknya juga menambahkan, pelantikan kali ini juga dibarengi dengan penanaman 8.911 pohon berbagai jenis. Ini merupakan program KPU Provinsi Bali untuk melestarikan pohon pohon yang ada saat ini. Apalagi banyak pohon yang belakangan ini paku dan dipasangi Baliho oleh Peserta Pemilu.

BACA JUGA:  Ratusan Guru Ikuti Workshop Buleleng Excellent Teacher 2026

“Ini merupakan program KPU Bali Peduli lingkungan. Karena selama ini gelaran pemilu selalu saja memangkas pohon karena bahan baku surat suara dari pohon. Sehingga gerakan tanam pohon ini untuk kembalikan pohon yang ditebang. Harapannya kembalikan jangka panjang pohon yang ditebang sebagai bahan buat surat suara,”imbuhnya. (06).

Back to top button