BulelengOlahraga

Venue Wall Climbing Buleleng Direhabilitasi

BULELENG,MEDIA9.ID (baliotonom) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk segera melakukan perbaikan venue wall climbing di GOR Bhuana Patra Singaraja. Anggaran ini akan digunakan untuk merehabilitasi sarana panjat tebing yang telah mengalami beberapa kerusakan sejak dibangun pada tahun 2015.

Rencana rehabilitasi ini mendapat perhatian langsung dari Penjabat (Pj.) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, yang meninjau kondisi venue bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, Minggu (16/2/2025).

Pj. Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, menegaskan bahwa anggaran ini disalurkan sebagai bentuk dukungan Pemkab Buleleng terhadap perkembangan olahraga panjat tebing, yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional bahkan internasional.

BACA JUGA:  PTMSI Buleleng Bidik Hattrick Juara Umum di Porprov 2027

“Kita dorong rehabilitasi ini karena atlet panjat tebing dari Buleleng telah membawa nama baik, bukan hanya untuk Bali tetapi juga Indonesia,” ujarnya.

Selain sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi atlet panjat tebing, rehabilitasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan standar venue agar dapat digunakan dalam berbagai kejuaraan, termasuk tingkat nasional.

“Kita ingin memberikan fasilitas terbaik bagi atlet-atlet kita. Anggaran ini digunakan khusus untuk rehabilitasi, bukan operasional. Harapannya, dengan perbaikan ini, venue panjat tebing Buleleng dapat memenuhi standar nasional dan menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan,” ujar Lihadnyana.

BACA JUGA:  KPU Buleleng Perkuat Sinergi Bersama Wartawan 

Sementara itu, Ketua Umum Pengkab Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Buleleng, H. Wahyudi, menjelaskan, dana rehabilitasi akan digunakan untuk peningkatan standar venue ke tingkat nasional.

Proses rehabilitasi meliputi pelebaran area panjat tebing, penggantian jalur, serta pembaruan beberapa komponen yang telah mengalami kerusakan. Selain itu, direncanakan akan ada penambahan sistem auto belay yang digunakan dalam kategori speed world record, dengan harga per unit mencapai Rp80 juta.

“Kami ingin memastikan fasilitas ini sesuai dengan standar nasional, bahkan berupaya menuju standar internasional. Dengan perbaikan ini, Buleleng bisa menjadi tuan rumah kejuaraan yang lebih besar dan memberikan fasilitas terbaik bagi atlet kami,” ucapnya.

BACA JUGA:  Gubernur Koster Siap Support Ratu Speed Dunia Jadi Dosen, Harap Terus Berjuang Harumkan Bali

Ia menambahkan bahwa pada tahun ini, Buleleng dipercaya menjadi tuan rumah Grand Final dua event besar di Bali, yaitu Grand Final Sirkuit Bali dan kompetisi panjat tebing Eiger. Grand Final tersebut akan berlangsung pada bulan September mendatang, sekaligus memeriahkan HUT FPTI Kabupaten Buleleng.

Oleh karena itu, ia berharap proses perbaikan dapat rampung sebelum event berlangsung, sehingga para atlet dapat berlatih dengan fasilitas yang lebih baik dan lebih siap menghadapi kompetisi. (06)

Back to top button