BulelengOlahraga

Ratusan Atlet Berlaga di Kejurnas Kempo 2026 di Buleleng

BULELENG,MEDIA9.ID – Federasi Kempo Indonesia (FKI) menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kempo 2026 di Singaraja yang digelar di lapangan tenis Undiksha, Kampus Jinengdalem, 8-11 Juli.

Kejurnas diikuti 143 atlet dari 15 provinsi, terdiri dari 87 atlet putra dan 56 atlet putri. Pertandingan dirangkai ujian kenaikan tingkat (UKT) dan refreshing wasit sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia kempo Indonesia.

Ketua Panitia Kejurnas FKI 2026, Yulianto Maris mengatakan, penyelenggaraan Kejurnas tahun ini tidak hanya berorientasi pada persaingan atlet, tetapi juga pembinaan berkelanjutan.

“Bukan Kejurnas saja. Selama beberapa hari kegiatan berlangsung, kita juga melaksanakan kenaikan tingkat secara nasional, kemudian ada penyegaran untuk wasit,” ujar Yulianto

Yulianto menjelaskan, agenda dimulai dengan ujian kenaikan tingkat pada Rabu (8/7/2026). Selanjutnya, Kamis (9/7), digelar Refreshing Wasit mulai pukul 08.00 Wita, dilanjutkan Technical Meeting pada pukul 16.00 Wita.

BACA JUGA:  Terima Audiensi Mahasiswa Cipayung Plus, DPRD Buleleng Tekankan Solusi Bersama untuk Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Sementara itu, upacara pembukaan Kejurnas akan berlangsung pada Jumat (10/7), disusul pertandingan yang berlangsung selama dua hari hingga penutupan pada Sabtu (11/7/2026).

Dalam pelaksanaan UKT kali ini, FKI hanya menggelar ujian hingga Dan III. Menurut Yulianto, hal itu disebabkan Sensei dari International Kempo Association (IKA) yang dijadwalkan hadir dari London batal datang karena alasan kesehatan.

“The show must go on. Tiga agenda tetap kita laksanakan di Bali. UKT tetap berjalan, tetapi hanya sampai Dan III. Kalau Sensei dari London hadir, sebenarnya bisa sampai Dan VII,” jelas Yulianto yang juga menjabat Wakil Ketua Umum FKI.

Akibat pembatasan tersebut, peserta UKT tahun ini hanya diikuti delapan peserta. Tak kalah penting, FKI juga menggelar refreshing wasit yang diikuti 18 peserta, terdiri dari 15 wasit yang akan memimpin pertandingan Kejurnas dan tiga koordinator wasit. Peserta yang mengikuti penyegaran akan memperoleh sertifikat sebagai bagian dari peningkatan kompetensi.

BACA JUGA:  Launching 'SAKTI' dan 'EMAAK PKK', Bupati Sutjidra Optimis Perkuat Akurasi Adminduk

“Pesertanya merupakan wasit senior sesuai dengan jenjang dan kualifikasinya. Setelah refreshing mereka akan mendapatkan sertifikat wasit,” kata Yulianto.

Pada sektor pertandingan, Kejurnas FKI 2026 menghadirkan persaingan yang cukup padat. Sebanyak 43 kelas diperebutkan, meliputi nomor Embu (Kerapian Teknik) perorangan dan beregu serta Randori (Perkelahian) perorangan maupun beregu, yang terbagi berdasarkan kategori usia dan kelas berat.

“Kalau berdasarkan kategori usia dan berat badan, total ada 43 kelas yang dipertandingkan. Masih banyak nomor lain yang akan diperebutkan,” pungkasnya.

Turut mendampingi Yulianto dalam penjelasan kepada media, Ketua Pengda FKI Bali Ketut Bagiada, dan Ketua Panitia Lokal Kejurnas FKI 2026 Ketut Sukalegawa.

BACA JUGA:  PTMSI Buleleng Bidik Hattrick Juara Umum di Porprov 2027

Dengan perpaduan kompetisi nasional, peningkatan kualitas atlet melalui UKT, serta penyegaran perangkat pertandingan, Kejurnas FKI 2026 di Buleleng diharapkan menjadi momentum penting untuk meningkatkan prestasi sekaligus memperkuat kualitas pembinaan kempo Indonesia.

Sementara itu, ketua KONI Buleleng Gede Supriatna menyambut baik adanya kejuaraan nasiona di Buleleng. Ia berharap, kejuaraan nasional dari cabang olahraga lain bisa menyusul untuk kedepanya.

“Sebuelumnya Buleleng jadi tuan rumah kejuaraan internasional Vovinam. Semoga kejuaraan bertaraf nasional maupun nasional bisa terselengara kembali di Buleleleng,” harapnya

Ia menyebut, dengan adanya kejuaran – kejuaran tersebut akan menjadikan Buleleng semakin di kenal luas. Selain itu, dengan kejuaran juga akan sekaligus menaikan PAD di Buleleng.

“Tentu nama Buleleng akan semakin dikenal luas. Dan sekaligus promosi untuk daerah Buleleng,” tandas Supriatna yang juga Wakil Bupati Buleleng. (*/06).

Back to top button