
DENPASAR, MEDIA9.ID – Polda Bali bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali menggelar Seminar Literasi Digital 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Centre, Denpasar, Kamis (29/10/2026).
Seminar dihadiri Kapolda Bali Irjen Pasma Royce, Gubernur Bali Wayan Koster, dan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Putra Widiastawa. Kegiatan diikuti Pejabat Utama Polda Bali, jajaran Forkopimda, para rektor, mahasiswa, komunitas kreatif digital, serta perwakilan masyarakat, tokoh adat, dan perwakilan pecalang.
Gubernur Wayan Koster dalam sambutannya menyambut baik inisiatif Polda Bali dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya cerdas bermedia sosial di era digital yang penuh tantangan.
Menurutnya, Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia dan pusat budaya harus mampu membentengi masyarakatnya dari dampak negatif digitalisasi seperti hoaks, judi online, dan penipuan digital yang dapat merusak tatanan sosial.
Sementara, Kapolda Bali Irjen Pasma Royce yang tampil sebagai keynote speech memberikan materi yang sangat relevan dengan kondisi saat ini, yakni tentang ancaman penipuan online (online scam).
Jenderal bintang dua di pundak ini mengajak seluruh masyarakat Bali untuk lebih kritis, waspada, dan memahami apa yang harus dilakukan saat menghadapi modus-modus penipuan online yang semakin canggih.
“Masyarakat harus kritis. Jangan mudah tergiur hadiah, investasi bodong, link palsu, dan modus-modus penipuan online lainnya. Pahami dulu, cek kebenarannya, baru bertindak. Kalau ragu, segera laporkan ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan 110,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa kejahatan di ruang digital tidak kalah berbahaya dengan kejahatan konvensional. Oleh karena itu, literasi digital menjadi kunci utama untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
“Kami dari Polda Bali berkomitmen untuk terus melakukan edukasi sekaligus penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kejahatan siber, demi menciptakan ruang digital yang aman dan sehat bagi masyarakat Bali,”tandasnya. (*)



















