Buleleng

Ny. Putri Koster Buka Pelatihan Tata Busana Adat Payas Utama dan Madya di Buleleng

BALIOTONOM.id (31/5/2022)| Manggala Utama Paiketan Krama Istri (PAKIS) MDA Provinsi Bali Ny. Putri Koster membuka Pelatihan Tata Busana Adat Payas Utama dan Payas Madya bertempat di Gedung MDA Kabupaten Buleleng, pada Senin (30/5/2022).

Ny. Putri Koster mengatakan, perkembangan dan inovasi dalam tata rias maupun tata busana adat Bali mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Untuk itu pakem-pakem busana adat yang dimiliki masing-masing daerah yang merupakan tradisi serta warisan nenek moyang perlu kembali ditegakkan sehingga pakem yang ada tidak ditimpa dengan keinginan kita untuk melakukan inovasi ataupun modifikasi.

Untuk itu, wanita yang akrab dipanggil Bunda Putri ini menekankan tentang pentingnya masyarakat terutama para MUA di Bali untuk melestarikan pakem-pakem payas Bali sesuai dengan karakter atau ciri khas yang dimiliki daerah asalnya masing-masing.

BACA JUGA:  Fraksi DPRD Buleleng Sepakat Lanjutkan Pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025

“Contohnya di Buleleng, bagi adik-adik yang akan menikah atau menggelar upacara keagamaan harus menggunakan pakem payas Buleleng, begitu juga untuk daerah lainnya. Jadi secara tidak langsung kita sudah melestarikan tradisi dan adat masing-masing daerah,” jelasnya dalam kesempatan yang turut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pemajuan Desa Adat Prov Bali I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra dan Penyarikan Madya MDA Kabupaten Buleleng Nyoman Westa.

BACA JUGA:  Terima Audiensi Mahasiswa Cipayung Plus, DPRD Buleleng Tekankan Solusi Bersama untuk Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Bunda Putri menambahkan bahwasannya organisasi yang bergerak dalam bidang ini seperti HARPI Melati, Tiara Kusuma maupun Catalia memegang andil penting dalam upaya melestarikan pakem yang ada. Untuk itu organisasi terkait bersinergi dengan pemerintah agar duduk bersama menghasilkan pedoman yang dapat dijadikan patokan bersama dalam melakukan tata rias maupun busana adat.

Dikatakan, tidak masalah jika anak-anak muda menginginkan variasi payas kekinian, namun tidak elok jika itu dicampuradukkan dengan agama dan budaya.

“Jika ingin riasan yang lagi ngetrend dan kekinian silahkan, tapi itu untuk kepentingan foto saja. Jika sudah masuk ke ranah upacara agama, kita harus tunduk pada pakem yang ada,” tegasnya.

BACA JUGA:  Hidupkan Titik Nol Singaraja, "Suara Senja" Jadi Wadah Ekspresi Kreatif Anak Muda Buleleng

Seusai membuka kegiatan Pelatihan Tata Busana Adat Payas Utama dan Payas Madya, Ny. Putri Koster beserta rombongan melanjutkan kegiatan Tresna lan Punia PAKIS Bali bertempat di Wantilan Desa Adat Banyuning.

Di lokasi tersebut Ny. Putri Koster membagikan beras kepada 100 orang penerima bantuan yang terdiri dari para Jero mangku, pecalang, ibu hamil, balita serta difabel yang masing-masing orang mendapat 20 kg beras, Minyak Goreng 4 liter, Telur 1 krat, dan susu untuk lansia, ibu hamil serta balita.(*/03)

Back to top button