
BULELENG,media9.id – Bacalon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah-Putu Agus Suradnyana (Mulia-Pas) memaparkan strategi pembangunan di Kabupaten Buleleng.
Menurutnya, salah satu poin kunci dalam pembangunan di Bumi Panji Sakti, yaitu linearitas dari pusat hingga ke daerah sehingga akses lebih mudah dalam membangun daerah.
Hal tersebut terungkap dalam diskusi bertajuk “Menatap Masa Depan Buleleng” di Singaraja, Jumat (7/9/2024) malam. Peserta yang hadir dari kalangan mahasiswa, tokoh masyarakat, komunitas, akademisi, serta lainnya.
Persoalan klasik di Buleleng seperti belum terwujudnya bandara di Bali Utara, perbaikan pariwisata, perbaikan mutu pendidikan, hingga akses infrastruktur menjadi pembahasan.
De Gajah mengatakan, sesuai dengan arahan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subiato yang kini menjadi Presiden terpilih bahwa bandara di Bali Utara dipastikan terwujud.
” Saat Ulang Tahun Partai Gerindra Bulan Februari lalu, Pak Prabowo sudah memberikan arahan untuk mewujudkan Bandara di Bali Utara. Jadi saya optimis ini bisa diwujudkan jika ada linearitas antara pusat hingga kedaerah,” ucap De Gajah.
Lebih lanjut De Gajah mengatakan, jika untuk proyek prestisius Mass Rappid Transit (MRT) yang saat ini sudah dilakukan upacara ngeruak rencananya akan di teruskan hingga ke Buleleng. Ini upaya untuk memecah kemacetan yang selama ini terjadi dan juga memudahkan transportasi massal bagi masyarakat.
“MRT dari Bandara Ngurah Rai hingga ke Ubud nantinya kita akan programkan hingga tembus ke Buleleng sehingga masyarakat bisa mengakses moda transportasi massal lebih cepat dan mengurai kemacetan,”ungkap Ketut DPD Partai Gerindra Bali ini.
Sementara itu, Bacalon Wakil Gubernur Bali, Putu Agus Suradnyana menegaskan, jika membangun dan memberikan bantuan sesuatu kepada suatu daerah harus mempertimbangkan betul anggaran yang tersedia.
Jangan gampang mengucapkan janji untuk membantu suatu daerah dengan nilai fantastis akan tetapi tidak memperhitungkan dengan baik anggaran yang tersedia.
“Jangan asal berjanji saat ada hajatan Pemilukada dengan bantuan yang fantastis. Harus kita hitung betul anggaran yang ada. Kalau kita realistis untuk mewujudkan sesuatu dengan hitungan yang matang dan tentunya lobi dengan pemerintah pusat juga menjadi kunci keberhasilan membangun di daerah,” ucap mantan Bupati Buleleng dua periode ini.
Beberapa proyek prestisius di Buleleng seperti shortcut merupakan upaya dirinya saat menjabat Bupati Buleleng dengan melobi pusat yakni menteri PUPR.
“Saya yang memperjuangkan dengan Bu Mega saat ini dan Menteri PUPR sehingga shortcut bisa di wujudkan di Buleleng. Jadi, ada yang selama ini mengaku-ngaku memperjuangkan shortcut. Coba pikir baru menjabat sudah meresmikan shortcut, kan tidak mungkin pejabat yang baru dilantik mengklaim dirinya yang memperjuangkan dari awal,”ungkapnya.
Agus Suradnyana juga rencananya akan mengoptimalkan perairan di Buleleng yang sangat luas ini untuk pariwisata.
“Kita manfaatkan betul nantinya potensi perairan Buleleng yang begitu luas dan panjang. Ini untuk destinasi wisata yang sustainable dan mengincar wisatawan yang gemar mengekplore wisata bahari,” tandasnya. (06)



















