Bali KerthiBuleleng

Perayaan Rahina Tumpek Uye untuk Pertamakalinya Dilaksanakan Secara Serentak

BALIOTONOM.id (31/1/2022) – Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Forkopimda beserta jajaran menghadiri Perayaan Rahina Tumpek Uye Dengan Upacara Danu Kerthi pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon Uye), 29 Januari 2022 bertempat di Danau Buyan Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Perayaan Rahina Tumpek Uye merupakan pelaksanaan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2022 tentang Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru.

Pelaksanaan Rahina Tumpek Uye dengan Upacara Danu Kerthi diperkuat dengan Instruksi Gubernur Bali Nomor 01 Tahun 2022.

Selain mengucapkan terima kasih, Gubernur Wayan Koster mengapresiasi kebersamaan dan kerja gotong royong pada hari suci Tumpek Uye ini.

“Semoga Kita senantiasa dalam keadaan sehat dan bahagia, diberikan kekuatan lahir batin untuk menjalankan swadharma masing-masing,” ujarnya.

Gubernur menjelaskan, dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pembangunan menuju Bali Era Baru mengandung banyak makna yaitu, menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sakala-niskala menuju kehidupan Krama dan Gumi Bali.

BACA JUGA:  Antisipasi Demam Berdarah, Desa Banjarasem Lakukan Fogging

“Sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno: berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945,” tambahnya.

Gubernur Bali menjadikan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi dengan perayaan Hari Tumpek sebagai kebijakan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah bersama masyarakat, agar warisan adiluhung ini terjaga dengan baik dan kokoh di masa yang akan datang.

Rahina Tumpek Uye dilaksanakan dengan niat suci, tulus, dan lurus dalam rangkaian acara untuk memuliakan Sarwa Wewalungan (Binatang atau Satwa) yang dalam kepercayaan orang Bali Binatang adalah saudara kita, bahkan mereka lebih dulu menghuni bumi ini dibandingkan manusia.

BACA JUGA:  KPU Buleleng Perkuat Sinergi Bersama Wartawan 

“Kita berkewajiban menghormati dan memuliakannya baik secara Niskala maupun Sakala. Salah satu acara yang digelar untuk pertama kali secara serentak adalah Perayaan Rahina Tumpek Uye dengan Upacara Danu Kerthi. Danu Kerthi adalah penyucian dan pemuliaan danau, mata air, sungai, dan laut sebagai Huluning Amerta sekaligus habitat binatang dan satwa yang wajib kita lindungi Bersama,” ujar orang nomor satu di Bali itu.

Untuk itu Gubernur menginstruksikan seluruh komponen masyarakat Bali untuk melaksanakan perayaan Rahina Tumpek Uye dengan Upacara Danu Kerthi sebagai pelaksanaan Tata-titi kehidupan masyarakat Bali berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru.

BACA JUGA:  Terima Audiensi Mahasiswa Cipayung Plus, DPRD Buleleng Tekankan Solusi Bersama untuk Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Gubernur berharap, Perayaan Tumpek Uye dan juga nanti Perayaan Hari Tumpek yang lain agar menjadi laku hidup/gaya hidup/lifestyle oleh seluruh Masyarakat Bali untuk mengembangkan Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali yang berkarakter, berjati diri, berkualitas, dan tangguh secara berkelanjutan menghadapi dinamika perkembangan zaman dalam skala lokal, nasional, dan global dengan berbagai permasalahan dan tantangannya di masa yang akan datang, dengan tetap menjaga keharmonisan alam, manusia, dan kebudayaan Bali.

“Terima kasih kepada Wali Kota dan Bupati Se-Bali, Instansi Vertikal, dan seluruh komponen masyarakat yang telah berpartisipasi melaksanakan Perayaan Hari Tumpek Uye untuk pertama kali dilaksanakan pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Uye), 29 Januari 2022, sehingga rangkaian acara berlansung dengan lancar, sukses, dan meriah,” pungkasnya.(*/02)

Back to top button