Buleleng

Kader PDIP Buleleng Sajikan Bubur Mengguh Sorgum Pengganti Beras di Lomba Tingkat Nasional

BULELENG,MEDIA9.ID (baliotonom) – Suasana semarak tampak sejak pagi di Buleleng, Sabtu (19/4/2025). Para ibu kader PDIP tampil anggun dengan kebaya merah terlihat sibuk meracik rempah-rempah khas Bali. Mereka menghadirkan inovasi makanan bubur mengguh berbahan dasar sorgum.

Umumnya, bubur mengguh dibuat dari beras, tapi kali ini diubah menjadi lebih sehat dengan mengganti karbohidrat utama menjadi sorgum yang merupakan tanaman pangan unggulan Buleleng.

BACA JUGA:  Wabup Gede Supriatna Ajak Koperasi Bertransformasi Menjadi Pilar Ekonomi Modern dan Penggerak Kesejahteraan Rakyat

Bubur tersebut dihias dengan topping bergizi seperti bayam, tahu, kacang tanah, dan ikan cakalang.Kreasi kuliner ini menjadi andalan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng dalam ajang lomba olahan pangan lokal, murah, dan bergizi yang diselenggarakan DPP PDIP secara nasional.

Lomba ini juga digelar untuk memperingati Hari Kartini dan Bulan Bung Karno tahun 2025.

BACA JUGA:  Bupati Buleleng Sampaikan Nota KUA-PPAS 2027 dan Tanggapan Pandangan Umum Fraksi-Fraksi Terhadap Ranperda Pengelolaan BMD serta LPJ APBD 2025

Ketua DPC PDIP Buleleng, Gede Supriatna menjelaskan, sajian ini bukan sekadar untuk lomba, tapi juga bagian dari edukasi gizi bagi masyarakat.

“Kita ingin memperkenalkan alternatif pangan yang sehat, mudah dibuat, dan cocok untuk ibu hamil serta balita dalam mencegah stunting,” ujarnya.

Supriatna menambahkan, penggunaan sorgum sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal. “Buleleng punya potensi besar sebagai penghasil sorgum. Kami ingin mendorong budidayanya secara lebih serius,” jelasnya.

BACA JUGA:  Hidupkan Titik Nol Singaraja, "Suara Senja" Jadi Wadah Ekspresi Kreatif Anak Muda Buleleng

Upaya pengembangan sorgum sendiri sudah dimulai sebelumnya oleh Banteng Muda Indonesia (BMI) Buleleng, dengan memanfaatkan lahan tidak produktif. Ke depan, program ini akan terus diperluas sebagai bagian dari strategi pangan nasional.

“Kami ingin menjadikan sorgum bukan hanya alternatif, tapi juga bagian penting dari konsumsi harian masyarakat,” tutup Supriatna.(06)

Back to top button