Komit Lestarikan Budaya, Gubernur Koster Ajak Pelaku Usaha Pariwisata Laksanakan Pergub No 79 Tahun 2018

BALIOTONOM.id (13/5/2022)| Gubernur Bali Wayan Koster meminta pelaku usaha pariwisata di Bali berkomitmen setiap hari Kamis, Purnama dan Tilem, serta Hari Jadi Pemerintah Provinsi Bali menggunakan Busana Adat Bali sesuai pelaksanaan Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali.
Hal itu sejalan dengan semangat Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali, hingga Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali.
Permintaan tersebut dengan tegas disampaikan oleh orang nomor satu di Pemprov Bali ini, setelah menegur salah satu manajer hotel di ITDC, Nusa Dua, Badung saat membuka acara Deklarasi Bersama Mewujudkan Peradaban Baru Penyiaran Melalui Informasi Berkualitas pada, Kamis (12/5 /2022 ) di The Westin Resort, Nusa Dua, Badung.
Dihadapan Ketua Komisi I DPR RI Meautya Hafid dan Ketua KPI Pusat Agung Suprio, Koster menjelaskan Provinsi Bali saat ini sudah mulai menggeliat kepariwisataannya sejak 7 Maret 2022 yang lalu, baik wisatawan domestik (wisdom) maupun wisatawan mancanegara (wisman) sudah mulai berdatangan, karena Covid-19 di Bali sejak awal tahun sampai Mei 2022 ini sudah melandai dan stabil.
Tanda-tanda melandainya Covid-19 di Bali sudah menunjukan hasil, dimulai pasca adanya keterlibatan banyak orang di upacara adat di Bali, seperti di Pura Agung Besakih maupun sebelumnya saat perayaan Hari Suci Nyepi tanggal 3 Maret yang lalu di semua kabupaten/kota di Bali ada perayaan Ogoh-Ogoh yang melibatkan banyak orang, tapi ternyata Covid-19 tidak mengalami lonjakan kasus.
Jadi tetap stabil sampai saat ini. Begitu juga ketika hari libur Idul Fitri dan cuti bersama, banyak yang ke Bali dan sampai hari ini Saya amati kasusnya tetap stabil,” jelas Gubernur Koster.
Melandainya Covid-19, kata Gubernur Koster hal itu disebabkan karena masyarakat Bali tertib menjalankan protokol kesehatan dan vaksinasi boosternya sekarang sudah hampir 70 persen.
“Jadi ini vaksin booster tertinggi di Indonesia,” ujar Gubernur Bali seraya menyebut dari parameter itulah, Bali sejatinya sudah sangat kondusif dikunjungi oleh wisdom dan wisman.
Mengenai pariwisata Bali, mantan Anggota DPR-RI 3 periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini menyebut bahwa Pulau Bali tidak didesain secara khusus dengan suatu perencanaan, tapi berkembang secara alamiah. Sehingga karena budaya-nya, menjadikan Bali berkembang pariwisata-nya.
Namun terlalu lama pariwisata di Bali tidak diarahkan dengan satu kebijakan yang tepat, sehingga perkembangannya menjadi kurang baik, compang-camping, dan disana-sini ada yang kurang, tetapi karena budaya Bali ini menarik bagi masyarakat luar, membuat Bali tetap menjadi perhatian dan pilihan nomor satu masyarakat dunia untuk berkunjung.
Sementara Ketua Komisi I DPR – RI Meautya Hafid mengungkapkan, sebelum menjadi Gubernur Bali, Bapak Wayan Koster sejak Tahun 2004 sudah memperjuangkan kebudayaan ketika itu saat menjadi Anggota Komisi IX DPR – RI.
“Saya senang sekali Bapak Gubernur, kebetulan mengikuti perkembangan di Bali, mulai kami datang, hotelnya dibuka khusus dan sampai sekarang dari Canggu menuju Tabanan macetnya luar biasa. Jadi kita berikan applause kepada Bapak Gubernur yang sudah membawa Bali, mudah-mudahan lebih baik lagi pasca pandemi Covid-19,” ungkap Ketua Komisi I DPR – RI ini.(*/02)



















