BulelengEkonomi

Memprihatinkan, 83 ℅ Endek dan Songket di Pasaran Tidak Ditenun Perajin Bali

BULELENG – baliotonomi.com (18/8/2023) –  Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Koster didaulat menjadi narasumber dalam talkshow “UMKM” yang digelar serangkaian Buleleng Development Festival (BDF) 2023 di Lapangan Bhuana Patra, Singaraja, Kamis (17/8/2023) malam.

 

Di hadapan para pelaku UMKM peserta BDF, Ny. Putri Koster menyampaikan situasi kondisi dari tenun Endek maupun songket di Bali, dimana kondisinya saat ini 83% kain tenun yang beredar di pasaran tidak ditenun oleh para perajin kita di Bali melainkan di tenun di luar Bali. Tidak hanya itu motif-motif songket yang unik dan khas Bali juga ditiru dan diproduksi secara masif dan dijual di pasaran sebagai kain songket bordir.

BACA JUGA:  Kerambitan Creative Space 2026 Sukses Jadi Ruang Promosi Budaya dan Penggerak Ekonomi Masyarakat

 

Wanita yang akrab dipanggil Bunda Putri ini menambahkan kondisi seperti ini tidak bisa kita biarkan terjadi terus menerus. Hal ini memberi dampak sangat signifikan terhadap keberlangsungan kain tenun Endek maupun songket yang merupakan warisan leluhur kita.

 

Jika kondisi ini kita biarkan maka kita akan kehilangan pasar, kehilangan tenaga kerja, perekonomian kita menjadi lemah dan hal terburuk kita bisa kehilangan kain tradisional kita karena tidak ada lagi perajin yang mau menenun karena dikalahkan oleh produksi pabrik ataupun hasil tenun dari luar Bali.

 

Menyikapi hal ini, Bunda Putri mengajak kita semua membangun kesadaran bersama, baik itu penjual maupun pembeli untuk sama-sama menjual ataupun membeli produk-produk tenun yang diproduksi oleh para penenun asli Bali.

BACA JUGA:  Ratusan Guru Ikuti Workshop Buleleng Excellent Teacher 2026

 

Kita semua memiliki tanggung jawab atas pelestarian terhadap apa yang sudah diwariskan para leluhur kita. Untuk itu, para penjual diharapkan hanya  menjual hasil tenun produksi para perajin dari Bali dan menjual dengan harga pantas sesuai kualitas, tidak membohongi pembeli. Demikian pula halnya pada pembeli agar hanya membeli produk-produk yang diproduksi oleh para perajin Bali.

 

“Kita bersama-sama harus menumbuhkan rasa mencintai dan bangga menggunakan produk kerajinan kita sendiri”, tegasnya.

 

Iabjuga mengajak para pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas diri dengan mengikuti pelatihan pelatihan yang diselenggarakan serta terus berinovasi tanpa meninggalkan ciri khas yang diwarisi nenek moyang kita.

BACA JUGA:  Antisipasi Demam Berdarah, Desa Banjarasem Lakukan Fogging

 

BDF Tahun 2023 yang diselenggarakan serangkaian HUT RI ke-78 mengambil tema Melaju Bersama Buleleng Maju diisi dengan kegiatan pameran pembangunan OPD, pameran UMKM serta Angkringan Festival. Dalam kesempatan ini, Ny. Putri Koster berkesempatan melakukan tatap muka tanya jawab dengan para pelaku UMKM serta berkunjung dan berbelanja di stand UMKM. Turut hadir juga pada kesempatan kali ini Pj. Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng, Ny. Paramita Lihadnyana serta Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Buleleng.(*/04).

 

 

 

Back to top button