DenpasarKesehatan

Ny. Putri Koster Tekankan Pentingnya Angkat Usada Bali

DENPASAR, baliotonomi.com (24-8-2023) – Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster menaruh perhatian terhadap pelayanan kesehatan tradisional Bali (usada Bali) yang termasuk dalam salah satu dari 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru.

Hal tersebut disosialisasikan Ny. Putri Koster saat menjadi narasumber pada dialog interaktif di RRI Denpasar terkait pelayanan kesehatan tradisional, Kamis (24/8/2023)..

 

Untuk mengangkat branding usada Bali, Bunda Putri Koster sapaan akrabnya, dalam dialog tersebut mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kemasan dan kebersihan produk. Disampaikan bahwa generasi pendahulu mewariskan begitu banyak jenis obat tradisional yang manfaatnya sudah terbukti.

 

“Panglingsir kita dulu dikenal memiliki kemampuan yang mumpuni dalam pengobatan tradisional. Hal itu tertuang dalam lontar yang belum seluruhnya kita gali dan baca,” ujarnya.

BACA JUGA:  Calon Anggota dan Perpanjang KTA PWI Wajib Kantongi Sertifikat OKK

 

Menurutnya, apa yang diwariskan oleh para leluhur mesti dilestarikan dan dapat diangkat kembali dengan sejumlah penyesuaian agar bisa diterima di era modern. Beberapa hal yang menurutnya mesti disesuaikan adalah kemasan produk dan faktor higienis.

 

“Ini penting diperhatikan agar obat tradisional memiliki daya saing. Dengan kemasan bagus, obat akan mudah digunakan serta terjamin kebersihannya,” jelasnya.

 

Ia juga menyinggung peran aktif TP PKK Bali dalam mensosialisasikan pemanfaatan layanan pengobatan tradisional sebagai salah satu alternatif pengurangan zat kimia. Salah satu sasaran 10 Program Pokok PKK adalah kesehatan.

 

Oleh karena itu, TP PKK sebagai partner pemerintah berkomitmen mendukung program di bidang kesehatan. Berkaitan dengan gerakan pemanfaatan obat tradisional, TP PKK mendorong pemanfaatan halaman rumah tanaman obat keluarga (toga).

BACA JUGA:  Antisipasi Demam Berdarah, Desa Banjarasem Lakukan Fogging

 

Dikaitkan dengan program Pemprov Bali, toga bisa dimanfaatkan sebagai P3K di lingkup keluarga. Lebih dari itu, jika hasilnya cukup banyak, toga bisa dipasarkan untuk dijadikan bahan baku pembuatan obat tradisional Bali.

Selain integrasi program, TP PKK Bali juga aktif melakukan sosialisasi melalui media seperti televisi dan radio. “Tentu saja, kami selalu melibatkan ahli yang berkompeten di bidangnya,” jelasnya.

 

Sementara, Koordinator Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa menjelaskan tentang 44 Tonggak Peradaban Bali Era Bali yang merupakan implementasi dari Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

 

“Krama Bali unggul dalam bidang usada. Jika bisa digali dan dikembangkan secara maksimal, selain untuk kesehatan juga bisa mendatangkan manfaat ekonomi. Ini disadari betul oleh Bapak Gubernur,” jelasnya.

BACA JUGA:  Gubernur Koster Siap Support Ratu Speed Dunia Jadi Dosen, Harap Terus Berjuang Harumkan Bali

 

Ia menambahkan, langkah konkrit dalam pengembangan layanan kesehatan tradisional secara yuridis yakni, Peraturan Gubernur Bali Nomor 55 Tahun 2019 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali. Pemprov Bali juga membangun Pusat Pengolahan Pasca Panen Tanaman Obat (P4TO) yang tersebar di Rendang, Baturiti dan Pengotan.

 

Selain itu, Pemprov Bali juga tengah mengupayakan dibukanya jurusan pengobatan tradisional di salah satu lembaga pendidikan. Prof. Damriyasa berkomitmen serius menggarap bidang ini karena besarnya potensi yang dimiliki Pulau Dewata. Jika tak digarap serius, ia khawatir potensi ini akan diambil oleh pihak luar.(*/04).

 

Back to top button