Buleleng

Lihadnyana Harapkan Dukungan Semua Pihak Wujudkan Smart City di Buleleng

BULELENG,baliotonomi.com  (04/10/2023) – Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana berharap sekaligus minta dukungan semua pihak untuk implementasi Buleleng sebagai kota/kabupaten cerdas.

Harapan itu disampaikan Ketut Lihadnyana saat ditemui seusai penandatanganan komitmen bersama Kabupaten Buleleng menuju kota/kabupaten cerdas di salah satu hotel, Rabu (4/10/2023).

Lihadnyana menjelaskan, petugas yang nantinya terlibat dalam implementasi kota/kabupaten cerdas sudah dilatih melalui bimbingan teknis (bimtek). Upaya-upaya penguatan ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja. Namun, perlu komitmen seluruh pihak dan seluruh lapisan masyarakat untuk implementasi tersebut.

 

“Maka dukungan dari seluruh pihak sangat diperlukan. Termasuk dari dunia usaha. Saat ini Buleleng sebenarnya sudah mengarah ke era digital,” jelasnya.

BACA JUGA:  Bupati Buleleng Sampaikan Nota KUA-PPAS 2027 dan Tanggapan Pandangan Umum Fraksi-Fraksi Terhadap Ranperda Pengelolaan BMD serta LPJ APBD 2025

 

Implementasi digitalisasi mendorong efektivitas, efisiensi, akuntabilias, dan transparansi pelayanan publik. Dengan digitalisasi, pelayanan menjadi cepat, terukur dan prosesnya transparan. Masyarakat bisa mengetahui sudah sejauh mana pelayanan diberikan kepada mereka. Bukti dari sebuah pelayanan sangat jelas karena sudah ada jejak-jejak digital.

 

“Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan meningkat. Ini dalam konteks pelayanan publik. Jika konteks ekonomi bagaimana digitalisasi bisa menaikkan kelas UMKM. Misalnya, menggunakan digital untuk memperluas pemasaran,” ujar Lihadnyana.

 

Pemkab Buleleng, kata Lihadnyana, selalu mendukung digitalisasi  termasuk dalam hal anggaran. Saat ini, Buleleng Command Center (BCC) sedang dibangun. Ini juga merupakan sebuah bentuk dukungan mengingat investasi dalam hal digital memerlukan biaya yang besar. Dengan investasi ini, dampaknya adalah efisiensi karena telah mengimplementasikan digitalisasi.

BACA JUGA:  PTMSI Buleleng Bidik Hattrick Juara Umum di Porprov 2027

 

“Investasi digital besar awalnya. Akan tetapi, dalam hal pelayanan publik nantinya akan ada efisiensi,” sebut dia.

 

Sementara itu, Tenaga Ahli Kota/Kabupaten Cerdas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Diah Mutiarin mengungkapkan hingga saat ini ada 150 kota/kabupaten yang telah mengimplementasikan kota/kabupaten cerdas. Khusus untuk Kabupaten Buleleng, implementasi kota/kabupaten cerdas ini diharapkan dapat mengintegrasikan inovasi yang ada menjadi satu konsep kota/kabupaten cerdas.

 

Saat ini, semua aspek sudah digital. Akan tetapi, kesesuaian antara sistem dan data belum tercapai dengan baik. Kesesuaian yang baik juga diharapkan bisa diimplementasikan oleh Kabupaten Buleleng.

BACA JUGA:  Hidupkan Titik Nol Singaraja, "Suara Senja" Jadi Wadah Ekspresi Kreatif Anak Muda Buleleng

 

“Dari semua itu, implementasi kota/kabupaten cerdas juga diharapkan bisa menggerakkan semua enam dimensi untuk dapat menunjang pembangunan di daerah,” ungkap dia.

 

Ia pun menambahkan kota/kabupaten cerdas dilakukan secara kolaborasi antara pemerintah beserta pihak terkait. Pemerintah daerah harus bekerjasama dengan akademisi dan juga usaha-usaha yang ada. Termasuk kerjasama dengan media. Media menjadi sangat penting dalam hal penerapan kota/kabupaten cerdas.

 

“Kolaborasi juga bisa dilakukan dalam hal penganggaran untuk meningkatkan dana non APBD maupun non APBN karena jika hanya bersandar pada APBD, menurut saya dorongannya sangat kurang,” imbuh Diah Mutiarin. (06)

Back to top button