Buleleng

BPBD Buleleng Siapkan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Musim Hujan  

BULELENG, baliotonomi.com (14/10-2023) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKB) Provinsi Bali telah merilis prakiraan cuaca potensi hujan di Kabupaten Buleleng pada pertengahan  November 2023. Sedangkan puncaknya  pada  Januari dan Februari 2024.  

 

Sejalan dengan itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng bersiap menghadapi pra bencana yang timbul akibat tingginya musim penghujan. Sejak dini BPBD Buleleng telah melakukan mitigasi dan pencegahan bersama stake holder terkait termasuk relawan tingkat desa.

 

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi saat dikonfirmasi, Jumat (13/10) mengatakan, BPBD Buleleng bersama intasi terkait, TNI/Polri hingga relawan desa telah bersiap melakukan mitigasi, pencegahan awal, mengedukasi warga hingga menyiapkan pembiayaan termasuk sarana prasara apabila ada bencana nanti.

BACA JUGA:  Bupati Buleleng Serahkan Bantuan Pertanian Bagi 30 Subak untuk Perkuat Ketahanan Pangan

 

“Seperti DLH Buleleng sudah mulai melakukan pembersihan di sungai, PUTR sudah memberbaiki drainase dan selokan, dan relawan sudah mengedukasi masyarakat serta menyiapkan prasarana apabila terjadi bencana hidrometeorologi,” tegasnya.

 

Kalak Ariadi menambahkan bahwa menurut data dari BMKG, curah hujan tahun ini diperkirakan curah hujannya tidak terlalu tinggi dan kecil kemungkinan untuk terjadi El Nino. Mengingat musim kemarau saat ini yang berkepanjangan mengakibatkan curah hujan nanti terkesan  agak sedikit menurun.

BACA JUGA:  Ratusan Atlet Berlaga di Kejurnas Kempo 2026 di Buleleng

 

Kendati demikian, Kalak Ariadi menekankan meskipun diperkirakan curah hujan menurun dan dampak El Nino kecil, tapi masyarakat diminta untuk tetap waspada dan melakukan mitigasi seefisien mungkin. Seperti halnya bila ada sesuatu dilingkungan sekitar yang perlu bersihkan, agar dilakukan secara gotong royong guna mencegah dini bencana seperti banjir.

 

Untuk antisipasi pohon tumbang, karena wewenang dari Balai Jalan dan PUTR Provinsi, BPBD Buleleng akan mengkoordinasikan agar sekiranya bisa dilakukan assessment awal untuk mencegah sesuatu hal yang tidak diinginkan.

BACA JUGA:  SMP Negeri 2 Singaraja Perkuat Prestasi, Karakter, dan Budaya Sekolah Aman

 

Dipenghujung Kalak Ariadi mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap siaga dan waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Apabila dirasa membutuhkan penanganan lebih lanjut, BPBD Buleleng tetap siaga memberikan pelayanan 24 jam melalui tim Pusdalops maupun Tim Reaksi Cepat.

 

“Kami 24 jam membuka layanan pengaduan melalui call center BPBD maupun website resmi kami. Masyarakat bisa laporkan ke kami untuk mendapat penanganan lebih lanjut,” tutup Ariadi.(06)

Back to top button