
KLUNGKUNG, baliotonomi.com (19/10/2023) – Laporan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan menyebutkan, Bali merupakan provinsi dengan angka balita stunting terendah secara nasional pada 2021, dengan tingkat prevalensi 10,9%.
Guna terus mengawal pengentasan angka stunting, Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. drg. Ida Mahendra Jaya didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung Ny. Ayu Suwirta dan instansi terkait menyambangi sekaligus menyerahkan bantuan kepada 50 balita yang berpotensi stunting, dalam rangkaian acara “Berkunjung dan Berbagi” di Balai Budaya Kabupaten Klungkung, Rabu (19/10/2023).
Ny. Ida Mahendra mengatakan, acara berbagi ini disiapkan dalam rangka mengentaskan kasus stunting di Bali. “Dengan memberikan asupan makanan yang bergizi dan sehat, tentu akan membantu balita tumbuh menjadi kuat dan cerdas. Stunting ini harus segera ditangani, karena ciri-ciri yang diperlihatkan oleh bayi di masa tumbuh kembangnya sudah terlihat dari berat badan, tinggi dan mentalnya atau tingkat kecerdasannya. Dan khususnya akan nampak dari pertumbuhan gigi pada bayi”, ungkap Ny. drg. Ida Mahendra Jaya.
Sementara itu, 50 balita penerima bantuan ini terinci 24 orang dari Kecamatan Klungkung, 7 orang dari Kecamatan Banjarangkan, dan 19 orang dari Kecamatan Dawan.
Bantuan berupa telur dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, makanan olahan ikan diberikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, dan bantuan berupa beras (5 Kg), telur 1 krat, susu 6 kotak, sikat gigi beserta pasta giginya disiapkan oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Bali.(*/04).


















