DenpasarEkonomi

Pj Gubernur Bali Ajak Semua Pihak Ngrombo Jaga Pasokan Pangan Jelang Nataru

DENPASAR,baliotonomi.com (19/12/2023) – Pj. Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya memimpin high level meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Ruang Tirta Empul Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Denpasar, Senin (18/12/2023).

Pj. Gubernur Mahendra Jaya mengingatkan menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2024, TPID Provinsi Bali harus bekerja bersama stakeholder (ngrombo) menjaga pasokan ketersediaan pangan hingga menjaga kenaikan harga agar tidak melebihi target.

“Kita harus mempertahankan target inflasi di Bali tetap berada pada kisaran 3±1%. Untuk itu, kita perlu memantapkan strategi pengendalian inflasi yang selama ini dilakukan, seperti memastikan ketersediaan pasokan barang konsumsi seperti cabai rawit, cabai merah, beras, bawang merah, bawang putih, gula pasir, minyak kelapa, buah-buahan, dan lainnya,” jelas Mahendra Jaya pada acara yang turut dihadiri Kapolda Bali Irjen Ida Bagus Kade Putra Narendra, Kepala Perwakilan BI Prov Bali Erwin Soeriadimadja, Bupati/Walikota Seluruh Bali, anggota TPID hingga stakeholder terkait lainnya.

BACA JUGA:  Gubernur Koster Target Bali Bebas Pembangkit Tenaga Fosil

Menurutnya, penduduk Bali sesuai data BPS sekitar 4,3 juta jiwa. Sebagai daerah destinasi wisata, kebutuhan pasokan harian bisa lebih dari 6 juta jiwa.

“Jadi kita harus benar-benar bisa menjaga pasokan tersebut,” imbuhnya.

Mahendra Jaya memberikan kiat menjaga pasokan dan inflasi seperti memastikan ketersediaan pasokan, memastikan kelancaran distribusi, memastikan keterjangkauan harga, hingga melakukan komunikasi efektif sehingga masyarakat atau konsumen mendapat informasi yang valid terkait perkembangan harga komoditi.

BACA JUGA:  Calon Anggota dan Perpanjang KTA PWI Wajib Kantongi Sertifikat OKK

High Level Meeting TPID kali ini juga dirangkaikan dengan High Level Meeting Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) guna percepatan penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

Ia menambahkan, penerapan ETPD bertujuan untuk meningkatkan transparansi transaksi keuangan daerah, mendukung tata kelola, dan mengintegrasikan sistem pengelolaan keuangan daerah guna mengoptimalkan pendapatan daerah.

Ia juga berpesan agar beberapa capaian TP2DD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali yang sudah baik agar terus dapat dipertahankan dan dikembangkan melalui berbagai inovasi untuk meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan daerah dalam rangka mengoptimalkan pendapatan daerah.

BACA JUGA:  Rayakan Tumpek Krulut, Gubernur Koster Imbau Kada Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Sementara, Kepala Perwakilan BI Prov Bali Erwin Soeriadimadja mengatakan pada bulan November 2023, inflasi bulanan nasional tercatat sebesar 0,38% (mtm), sedangkan inflasi bulanan Bali sebesar 0,41% dan menempati posisi ke-13 nasional. Adapun inflasi tahunan Bali sebesar 2,77% (yoy) lebih rendah dibandingkan nasional sebesar 2,86%, serta berada pada ranking ke-28.

Menurutnya, beberapa komoditi  yang patut diwaspadai berpotensi kenaikan inflasi adalah beras, hortikultura (cabai merah, cabai rawit, bawang merah), gula pasir, canang sari, angkutan udara dan bensin.

Ia juga menekankan perlunya 4K pengendalian inflasi yaitu Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, Ketersediaan Pasokan serta Komunikasi Efektif. (*/03).

Back to top button