Buleleng

Pererat Kerukunan Beragama di Buleleng, BMI Gandeng AITP Buka Puasa Bersama

BULELENG,baliotonomi.com (31/3/2024) –  Kabupaten Buleleng memiliki keberagaman suku, agama, ras dan budaya. Keberagaman tersebut menyebabkan tingginya toleransi antar masyarakat di daerah pesisir ini. Bahkan, setiap peringatan hari besar keagamaan, warga saling bahu membahu untuk saling membantu.

Pada momen Ramadhan, Banteng Muda Indonesia (BMI) mengandeng Komunitas Amanah Islam The Power (AITP) melaksanakan buka puasa bersama di Jalan Gajah Mada Singaraja.

Dr.dr Ketut Putra Sedana. Sp.Og selalu Ketua BMI Buleleng mengatakan, bukber bertujuan untuk menjalin silaturahmi serta mempererat persaudaraan diantara warga di Buleleng.

BACA JUGA:  Titik Nol Singaraja Kini Bernama Praja Mandala Singa Ambara Raja

Memang momen hari besar keagamaan selalu kita gunakan untuk saling bersilaturahmi sehingga tali persaudaraan kita diantara warga Buleleng tetap te jalin erat. sebagai, pungkas Ketua BMI Buleleng Putra Sedana.

“Setelah perayaan tahun baru imlek hari raya nyepi dan paskah, kini warga masyarakat muslim di Buleleng merayakan bulan suci ramadhan. Sama seperti perayaan hari besar agama lain tidak hanya warga muslim berbagai kalangan masyarakat turut untuk meramaikan bulan suci ramadhan salah satunya adalah momen berbuka puasa meski non muslim tradisi saling mengundang untuk berbuka puasa menjadi hal yang biasa dilaksanakan”,ujar dokter Caput–sapaan akrab Putra Sedana.

BACA JUGA:  Pemkab Buleleng Target 25 Ribu Pengunjung di Lovina Festival 2026

Pembauran antar umat beragama di Buleleng menjadi hal yang sering dijumpai mengingat penduduk di Bumi Den Bukit ini hiterogen. Hal ini sebagai modal untuk menciptakan toleransi yang tinggi, antar dan inter umat beragama, sehingga konflik antar umat beragama di Buleleng nyaris tidak permah terjadi.

Untuk memupuk dan menjaga kerukunan tersebut, Dokter Caput yang menginisiasi bukber menyempatkan waktu membuka pintu rumahnya sebagai tempat buka puasa bersama dan solat maghrib bagi warga muslim dan pekerja sosial aktif di Singaraja.

BACA JUGA:  Ratusan Atlet Berlaga di Kejurnas Kempo 2026 di Buleleng

Bagi Dokter Caput,  kerukunan dan toleransi seperti ini sudah biasa dilakukan sejak masih kanak kanak dan warga muslim yang hadir dengan khidmat melaksanakan sholat berjamaah di area rumah dengan adanya pura didalamnya.

Sementara, Ustad Mohammad Zein Isha menyambut baik momen berbuka seperti, dimana warga berbeda agama membaur menjadi satu dalam merayakan hari besar keagamaan tanpa, memandang perbedaan dengan banyaknya kultur yang ada dikota singaraja, para pemuka agama maupun organisasi agama duduk berkumpul dengan suasana yang hangat. (06)

Back to top button