BulelengPendidikan

Manfaatkan Hibah Lahan Kemenkeu, Undiksha Singaraja Rancang Bangun RS Pendidikan

BULELENG,media9.id – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja berencana membangun rumah sakit (RS) Pendidikan di Lovina, Buleleng, memanfaatkan hibah lahan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) seluas 40 are.

Wakil Rektor II, Prof. Dr. I Wayan Artanayasa mengemukakan hal itu saat pertemuan dengan wartawan di Gedung Rektorat Undiksha Singaraja, Jumat (20/9/2024).

“Kami apresiasi Kemenkeu yang telah memberikan hibah tanah di Lovina yang kami rencanakan untuk membuat rumah sakit pendidikan,” jelasnya.

BACA JUGA:  Terima Audiensi Mahasiswa Cipayung Plus, DPRD Buleleng Tekankan Solusi Bersama untuk Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Artanayasa menyebutkan, rencananya RS pendidikan tersebut menyedot anggaran hingga Rp 86 miliar. Undiksha mengajukan proposal ke salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Pertamina untuk membantu pembiayaan pembangunan rumah sakit pendidikan tersebut.

Warek II Undiksha menjelaskan, tamatan Fakultas Kedokteran Undiksha cukup membanggakan, karena mencapai 99 persen. Menurutnya, persentase tersebut melebihi nasional.

BACA JUGA:  Fraksi DPRD Buleleng Sepakat Lanjutkan Pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025

Selain akan membangun RS pendidikan di Lovina, Undiksha juga berencana membangun pusat pelatihan khusus pendidikan di Pancasari, Kecamatan Sukasada. Menurutnya, ada lahan hibah seluas 90 are, atau hampir satu hektar di Pancasari.

“Nanti pusat pelatihan khusus pendidikan tersebut akan dilengkapi dengan ruang seminar, restoran dan kamar-kamar,” jelasnya.

Sementara terkait perkembangan Undiksha yang berproses menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH), Prof. Artanayasa memaparkan, tim dari sudah melakukan visitasi ke Undiksha. Tim dari Kementerian memberikan kesan yang sangat baik terhadap persiapan Undiksha menuju PTN BH.

BACA JUGA:  SMP Negeri 2 Singaraja Perkuat Prestasi, Karakter, dan Budaya Sekolah Aman

Artanayasa mengharapkan dukungan sehingga proses Undiksha dari BLU menjadi PTN BH berjalan mulus. “Dengan menjadi PTN BH, kami tidak mengedepankan bisnisnya. Namun, bagaimana pengelolaan Undiksha termasuk keuangannya bisa lebih mandiri,” tandasnya. (06)

Back to top button