DenpasarEkonomiPendidikan

Undiknas Lakukan Pendampingan Pelaku Usaha Mikro

DENPASAR,media9.id – Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) kembali melanjutkan rangkaian kegiatan pendampingan bagi pelaku usaha mikro di sektor kerajinan perak dan tenun endek rumahan.

Sebagai bagian dari program Implementasi Hibah Kedaireka IRT-UM Tahun 2024 yang didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam inovasi desain dan strategi pemasaran digital.

Acara digelar di dua lokasi, yakni Suardita Silver Singapadu untuk industri perak rumahan dan Utari Tenun Cagcag Karangasem untuk industri tenun endek rumahan.

Kegiatan di Suardita Silver Singapadu menghadirkan Dr. Desak Made Febri sebagai narasumber utama yang membahas pengembangan kapasitas pengrajin. Ia memberikan panduan tentang teknik diversifikasi produk agar pengrajin mampu menghadirkan koleksi perhiasan yang lebih inovatif dan sesuai dengan selera pasar.

“Produk perak Bali memiliki identitas yang kuat, tetapi untuk tetap relevan, kita perlu menambahkan nilai inovasi yang menarik bagi pasar global,” ujar Dr. Desak Made Febri.

BACA JUGA:  Rakor Pembangunan Wilayah Bali Sinkronkan Langkah Pusat dan Daerah, Infrastruktur dan Lingkungan Jadi Prioritas Pariwisata Berkelanjutan

Dalam sesi interaktif, ia juga menyoroti pentingnya menciptakan nilai tambah pada produk perak dengan mengintegrasikan elemen cerita atau storytelling yang menarik. Dr. Putu Dyah Permatha Korry, S.E., M.M., sebagai pendamping, memandu para peserta dalam diskusi teknis, termasuk cara merancang desain unik yang tetap mempertahankan identitas lokal.

Selain itu, pengrajin diberi simulasi pengelolaan pemasaran daring dengan memanfaatkan platform digital seperti e-commerce dan media sosial untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Sementara itu, pendampingan bagi pelaku usaha tenun endek rumahan di Utari Tenun Cagcag, Karangasem, menghadirkan Dr. Putu Irma Yunita, S.E., M.Sc., sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya, Dr. Putu Irma menekankan pentingnya inovasi desain sebagai kunci untuk bertahan di pasar yang kompetitif. Peserta diajak untuk mengeksplorasi motif-motif baru yang terinspirasi dari kekayaan budaya lokal Bali, namun tetap relevan dengan kebutuhan pasar modern.

BACA JUGA:  SMP Negeri 2 Singaraja Perkuat Prestasi, Karakter, dan Budaya Sekolah Aman

Ni Putu Intan Permatasari, S.Pd., M.Pd., sebagai pendamping, membantu peserta menerjemahkan gagasan desain menjadi sketsa konkret. Pendampingan ini juga mencakup pembuatan konten visual untuk promosi media sosial, mulai dari fotografi produk hingga penyusunan narasi pemasaran yang efektif.

Kedua kegiatan ini berlangsung dalam suasana yang interaktif dan kolaboratif. Para pengrajin dan pelaku usaha tidak hanya mendapatkan wawasan teoritis tetapi juga melakukan praktik langsung yang dapat diterapkan secara nyata.

Di Suardita Silver Singapadu, para peserta menghasilkan prototipe desain perhiasan dengan memadukan teknik tradisional dan modern. Sementara itu, di Utari Tenun Cagcag, peserta menghasilkan beberapa sampel desain kain baru yang akan diuji coba untuk produksi.

BACA JUGA:  BPS dan Pemkab Karangasem Perkuat Komitmen Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Ketua tim hibah, Dr. Nilna Muna, S.E., M.M., mengapresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang meningkatkan kapasitas pelaku usaha, tetapi juga mendorong mereka untuk berani berinovasi dan memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar,” ujarnya.

Ia berharap pendampingan ini dapat menjadi langkah awal menuju pengembangan UMKM yang lebih mandiri, kreatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui rangkaian pendampingan ini, Universitas Pendidikan Nasional berkomitmen mendukung keberlanjutan usaha lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi berbasis komunitas dan budaya.

Program ini juga menjadi bukti nyata kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pelaku UMKM dalam menghadapi tantangan pasar yang semakin dinamis. (05)

Back to top button