
BULELENG,MEDIA9.ID (baliotonom) – Dalam rangka mendukung ketahanan pangan, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna melakukan panen jagung arumba di Hutan Kota Singaraja, Sabtu (15/3/2025).
Bupati Sutjidra mengatakan, jagung arumba merupakan varietas unggul yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat dikembangkan di lahan kering seperti di Hutan Kota Singaraja.
Menurutnya, lahan ini akan menjadi pusat edukasi bagi petani untuk memahami teknik budidaya jagung serta pengelolaan lahan terpadu dengan tanaman lain seperti cabai dan bunga gemitir.
“Hari ini kita panen jagung arumba, salah satu varietas unggul yang hanya berumur 60 hari. Ini cocok bagi petani di lahan kritis karena tidak memerlukan banyak air,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat mengungkapkan, jagung arumba memiliki tekstur unik dan rasa khas yang menyerupai ketan.
Jagung ini sangat diminati, terutama untuk pasar di Madura. Rasanya lebih lembut dan tidak terlalu lengket seperti ketan.
Ia menyebut produksi jagung di Buleleng telah mencapai 35.000 ton pada 2024 dan akan terus dikembangkan dengan sistem tumpang sari agar optimal.
“Dengan program pertanian terpadu ini, Pemkab Buleleng berharap para petani semakin bergairah dalam mengelola lahan tidur dan berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah,” tandasnya.
Acara panen bersama dihadiri jajaran Forkopimda Buleleng, Kepala Dinas OPD Pemkab Buleleng, para Camat, serta perangkat desa. (06)



















