BulelengKesehatan

8 Warga Desa Tukadmungga Kena DBD, Relawan dr. Caput Langsung Bergerak

BULELENG,MEDIA9.ID ( baliotonom) – Peningkatan kasus Demam Berdarah di wilayah desa Tukadmungga Buleleng, menggerakkan relawan Dr.dr Putra Sedana, Sp.Og peduli.

Sebagai langkah antisipasi dan langkah konkrit yang digelar, Dr. Caput–panggilan akrabnya, menggelar kegiatan fogging di desa setempat pada Minggu (23/3/2025). Pihaknya merespon permintaan masyarakat dan segera turun ke lapangan.

“Kita langsung turun untuk fogging, sesuai dengan permintaan dan permohonan masyarakat. Kondisi saat ini, seperti yang kita ketahui bersama, sudah jelas terjadi peningkatan kasus DB di wilayah ini. Ini adalah salah satu langkah untuk mengantisipasi penyebaran lebih lanjut,” ujarnya dr. Caput.

BACA JUGA:  Gelar Kajian Potensi Investasi, Asisten Gede Sugiartha : Hasilnya Jadi Instrumen Promosi Buleleng

Ia menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Penyakit DB ini dapat diminimalisir dengan menjaga kesehatan lingkungan. Kami berharap dengan kegiatan ini, penyebaran penyakit dapat dihentikan,” tegasnya.

Dia juga menekankan kegiatan ini dilakukan dengan dana pribadi karena merasa memiliki kewajiban untuk berbuat baik bagi masyarakat.

“Kami juga turun di beberapa wilayah lain seperti Jagararaga, Banang Bantua, dan Panjing karena kasus DB yang meningkat pesat, terutama pada tahun 2022 dan 2023, serta kasus yang terdata di awal tahun 2025,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Bupati Buleleng Serahkan Bantuan Pertanian Bagi 30 Subak untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Pada awal Januari 2025, sudah ada sekitar 120 penderita DB. Data ini menguatkan pentingnya aksi preventif seperti fogging untuk mengurangi risiko penyebaran lebih lanjut.

Sementara itu, Perbekel Desa Tukadmungga, Kadek Surya Darmawan, juga memberikan penjelasan mengenai tindakan antisipasi yang diambil oleh pihak desa. “Kami telah bersurat kepada Dr. Caput dan beliau bersedia berpartisipasi bersama desa serta Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Buleleng 2. Meskipun fogging bukan solusi utama, yang terpenting adalah menjaga kesehatan masyarakat dan lingkungan agar penyakit ini tidak meluas,” ujar Perbekel Kadek Surya Darmawan.

BACA JUGA:  Wabup Gede Supriatna Ajak Koperasi Bertransformasi Menjadi Pilar Ekonomi Modern dan Penggerak Kesejahteraan Rakyat

Ia juga mengungkapkan, sejauh ini sudah ada delapan warga yang terinfeksi DB di Desa Tukadmungga. Oleh karena itu, fogging menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. “Kami berharap dengan kerjasama dan gotong-royong, kita dapat mengatasi masalah ini dan mengurangi jumlah penderita DB,” ujarnya. (06).

Back to top button