KlungkungPolitik

KPU Klungkung Bersama Tim Kajian Undiknas Gelar Diseminasi Kajian Analisis Perilaku Pemilih di Pilkada Serentak 2024

KLUNGKUNG,MEDIA9.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Klungkung bersama Tim Kajian Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) sukses menyelenggarakan Diseminasi Hasil Kajian Analisis Perilaku Pemilih dalam Pilkada Serentak 2024 di Kabupaten Klungkung.

Kegiatan ini bertujuan untuk memahami pola perilaku pemilih serta faktor-faktor yang memengaruhi keputusan politik masyarakat dalam pemilihan kepala daerah tahun ini.

Bertempat di Sosial Lab Undiknas Denpasar, diseminasi ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, Brida Klungkung, Ketua KPU Provinsi Bali, Ketua Bawaslu Klungkung, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Klungkung, Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Kabupaten Klungkung, Kepla Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung, serta akademisi.

Ketua KPU Klungkung, I Ketut Sudiana, mengatakan, kajian ini menjadi bagian dari komitmen KPU dalam memperkuat kualitas demokrasi di Kabupaten Klungkung.

“Kajian ini memberikan wawasan mendalam mengenai dinamika perilaku pemilih, tantangan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, serta faktor yang berpengaruh terhadap preferensi politik warga Klungkung pada Pilkada 2024. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan strategi sosialisasi dan edukasi pemilih ke depan,”ungkapnya.

Tim Kajian Undiknas yang dipimpin oleh Dr. Ni Wayan Widhiasthini, S.Sos., M.Si., memaparkan hasil riset perilaku pemilih di Kabupaten Klungkung. Pemilih cenderung memilih kandidat berdasarkan rekam jejak dan keterlibatannya dalam pembangunan daerah, dengan faktor kepemimpinan lokal dan kedekatan dengan masyarakat sebagai pertimbangan utama.

Media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp mempengaruhi keputusan pemilih muda, dengan kampanye digital lebih efektif menjangkau generasi milenial dan Gen Z. Meskipun partisipasi pemilih stabil, tantangan tetap ada dalam meningkatkan partisipasi kelompok usia muda dan pekerja sektor informal.

Sosialisasi berbasis komunitas dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran politik. Isu ekonomi lokal, kesejahteraan masyarakat, dan kebijakan lingkungan menjadi faktor utama dalam menentukan pilihan pemilih.

Berdasarkan hasil kajian, Tim Kajian Undiknas mengeluarkan beberapa rekomendasi untuk pengembangan strategi pemilu ke depan. Pertama, peningkatan literasi politik dengan memberikan edukasi lebih intensif kepada pemilih muda agar mereka lebih aktif dan kritis dalam menentukan pilihan.

Kedua, optimalisasi kampanye digital, di mana kandidat diharapkan lebih memanfaatkan media sosial dengan konten yang informatif dan interaktif untuk menjangkau pemilih muda. Ketiga, penguatan sosialisasi berbasis komunitas, di mana kegiatan tatap muka, dialog publik, dan diskusi kelompok dinilai lebih efektif dalam membangun pemahaman politik yang lebih mendalam.

Dengan adanya diseminasi hasil kajian ini, KPU Kabupaten Klungkung berharap dapat memberikan wawasan bagi seluruh pihak terkait dalam meningkatkan kualitas demokrasi dan partisipasi pemilih. Temuan dari kajian ini juga menjadi dasar evaluasi dalam merancang strategi sosialisasi pemilih yang lebih efektif untuk pemilu selanjutnya. (04/*)

 

Back to top button