Udawa Smart System Undiknas Dorong Transformasi Pertanian Bali lewat Hibah Kedaireka 2025

DENPASAR, MEDIA9.ID – Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) meluncurkan Udawa Smart System, inovasi teknologi pertanian cerdas yang dikembangkan melalui program Dana Padanan (Kedaireka) 2025.
Sistem ini dirancang untuk membantu petani Bali mengadopsi teknologi presisi secara lebih terjangkau dan mandiri, khususnya dalam pengelolaan rumah kaca dan pertanian hidroponik.
Program ini merupakan hasil kolaborasi Undiknas dengan P4S Wiwanda Agrow yang diimplementasikan di Desa Pancasari, Kabupaten Buleleng.
Melalui penerapan Udawa Smart System, pertanian konvensional diarahkan menuju sistem berbasis data yang lebih efisien, berkelanjutan, dan adaptif terhadap tantangan perubahan iklim.
Ketua Pelaksana Program, Ir. Gede Humaswara Prathama, S.T., M.T., mengatakan teknologi ini dirancang agar tetap berfungsi optimal meski berada di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur digital.
“Sistem otomatisasi tetap berjalan melalui jaringan lokal, meskipun koneksi internet ke cloud terputus. Ini penting agar petani tidak bergantung penuh pada akses internet,” ujarnya.
Udawa Smart System dikembangkan berbasis platform open-source dengan perangkat keras hasil rancang bangun tim Undiknas.
Sistem ini terdiri atas tiga modul utama, yakni Udawa Gadadar sebagai pengendali aktuator fisik seperti pompa dan kipas, Udawa Damodar untuk pemantauan nutrisi dan kualitas air secara real-time, serta Udawa Murari yang berfungsi memantau iklim mikro di dalam rumah kaca.
Sebagai bagian dari implementasi program, Undiknas membangun satu unit greenhouse seluas 100 meter persegi dan satu unit fasilitas pelatihan seluas 54 meter persegi di lahan mitra. Fasilitas tersebut difungsikan sebagai pusat demonstrasi teknologi sekaligus sarana edukasi bagi petani dan penyuluh pertanian.
Selain pemasangan sistem, tim pelaksana juga menyusun standar operasional prosedur (SOP) eduwisata dan modul pelatihan yang mencakup perakitan, pengoperasian, hingga perawatan sistem. Langkah ini dilakukan untuk mendorong kemandirian petani dalam mengelola teknologi pertanian tanpa ketergantungan pada vendor pihak ketiga.
Melalui program Kedaireka 2025 ini, Undiknas melibatkan 20 mahasiswa dan enam dosen lintas disiplin ilmu, mulai dari teknologi informasi hingga ilmu komunikasi. Kegiatan tersebut sekaligus mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya pada aspek pembelajaran di luar kampus dan pemanfaatan hasil riset oleh masyarakat.
Rektor Undiknas, Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, menegaskan bahwa pengembangan Udawa Smart System merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mendorong transformasi digital di sektor pertanian. “Perguruan tinggi harus hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat. Udawa Smart System menjadi contoh bagaimana riset akademik dapat langsung menjawab kebutuhan petani,” katanya.
Dengan selesainya pembangunan dan pengujian sistem pada Desember 2025, Udawa Smart System diharapkan dapat menjadi model pengembangan pertanian cerdas yang dapat direplikasi di wilayah lain di Bali. (05)



















