
TABANAN,MEDIA9.ID – Seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial IGNCEP (26) menjadi korban pengeroyokan di dekat minimarket di Banjar Kukuh, Desa Marga, Tabanan. Dua bulan berlalu, polisi tak kunjung menangkap pelaku.
Dalam laporannya di Satuan Reskrim Polres Tabanan pada 15 Juni 2026 sekitar pukul 02.00 Wita, korban dianiaya dua orang dan mengalami luka memar di sekujur tubuh hingga patah tulang hidung.
Kronologisnya, korban yang merupakan ASN Pemkab Tabanan mengendarai mobil hendak menuju rumahnya di Baturiti sekitar pukul 01.00 Wita.
“Saya dalam perjalanan pulang dari bertugas di acara gong kebyar duta Tabanan di art center,”kata IGNCEP saat dihubungi media9.id, Rabu (18/8/2026).
Saat melintas depan Pura Puseh di Banjar Kukuh, IGNCEP melihat sepeda motor berjalan pelan di tengah jalan. Ia pun membunyikan klakson agar bisa mendahului.
“Mereka ke pinggir setelah diklakson dan saya merasa tidak terjadi apa-apa saat mendahului dan tetap fokus menyetir setelah menyalip mereka,”bebernya.
Mendekati TKP, korban dari spion mobil melihat pengendara itu ngebut, tetapi tidak ada kedurigaan dan mengira sedang terburu-buru.
“Dekat minimarket, mobil saya dipepet dan kaca dipukul,”ungkapnya.
Korban akhirnya berhenti di pinggir jalan. Begitu membuka pintu dan belum sempat turun, ia langsung diserang oleh kedua pelaku. Kepala belakang dan hidungnya dipukul hingga berdarah.
“Saya juga diseret keluar mobil hingga kaki terluka kena aspal dan pakaian robek. Sewaktu diseret itu, saya juga dipukul dan ditendang,”bebernya.
Dalam kondisi sempoyongan akibat terbentur, korban yang dipenuhi luka dan badan memar berusaha bangun. Namun, pelaku kembali melayangkan pukulan hingga tulang hidungnya patah. “Setelah berhenti mengeroyok, saya ke pinggir dan duduk,”ucapnya.
Salah seorang pelaku bertanya dengan nada emosi. “Engkan maksud ci ngebel (apa maksudmu bunyikan klakson) ? dan dijawab oleh korban hanya ingin mendahului karena mau pulang.
“Mereka mengaku tidak terima dan tersinggung ketika diklakson dan sempat kembali menantang duel. Saya akhirnya bilang bekerja di kantor bupati,”ucap korban.
Setelah pelaku pergi, korban dalam kondisi terluka dan berdarah berusaha mengemudikan mobil menuju Polres Tabanan.
“Sampai Polres, saya disuruh untuk berobat dulu ke rumah sakit. Kemarin baru sekali operasi dan rencana operasi untuk kedua kali karena hidung saya masih terasa mampet karena tulangnya patah,”ujarnya.
Korban mengaku sudah beberapa kali dipanggil untuk dimintai keterangan oleh polisi, tetapi pelaku tak kunjung ditangkap.
“Saya berharap polisi segera menangkap pelaku,”harapnya.
Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Made Teddy Satria Permana ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa kasus penganiayaan ini masih tahap penyelidikan.
“Kasus itu sudah kami atensi dan masih tahap penyelidikan,”ujarnya. (*)



















