
TABANAN,MEDIA9.ID – Prestasi membanggakan ditorehkan ASN yang berprofesi sebagai guru SD Negeri 2 Tegaljadi, Kecamatan Marga, I Ketut Darjika Astu (31).
Ia berhasil lolos dalam program beasiswa bergengsi New Zealand English Language Training for Officials (NZELTO) yang diselenggarakan pemerintah New Zealand.
Keberhasilan tersebut menempatkan Astu sebagai salah satu dari 12 peserta asal Indonesia yang lolos seleksi nasional dan bergabung bersama 47 pegawai pemerintah dari enam negara, yakni Kamboja, Indonesia, Laos, Mongolia, Timor Leste, dan Vietnam.
Program ini berlangsung selama tiga bulan, mulai 7 Mei hingga 7 Agustus 2026 di New Zealand, dan akan dilanjutkan dengan konferensi internasional di Vietnam pada Desember 2026.
Program NZELTO tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga penguatan kapasitas kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan.
Selama berada di New Zealand, Astu mengikuti pembelajaran intensif di Victoria University of Wellington, melakukan kunjungan ke Parlemen New Zealand, serta mengunjungi berbagai instansi pemerintah dan lembaga strategis untuk mempelajari sistem pendidikan, kepemimpinan, dan tata kelola pemerintahan.
Atas kemampuan komunikasi dan kepemimpinannya, Astu juga dipercaya sebagai Country Representative Indonesia, yakni koordinator seluruh peserta asal Indonesia. Dalam peran tersebut, Astu mewakili Indonesia dalam berbagai forum koordinasi bersama perwakilan negara peserta lainnya.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, saat dikonfirmasi pada Kamis (6/8/2026) mengapresiasi capaian yang diraih salah satu ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan tersebut. Menurut Bupati Sanjaya, keberhasilan Astu membuktikan bahwa sumber daya manusia Tabanan memiliki kualitas dan daya saing di tingkat internasional.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, saya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian yang diraih saudara I Ketut Darjika Astu. Keberhasilan mengikuti program New Zealand English Language Training for Officials merupakan prestasi yang tidak hanya membanggakan pribadi yang bersangkutan, tetapi juga mengharumkan nama Kabupaten Tabanan di tingkat internasional “,ujar Danjaya.
Bupati berharap, pengalaman, pengetahuan, dan jejaring yang diperoleh selama mengikuti program ini dapat diimplementasikan untuk memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan kapasitas aparatur, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Tabanan. Pemerintah Kabupaten Tabanan akan terus mendukung ASN dan tenaga pendidik yang berkomitmen mengembangkan kompetensi serta membawa semangat Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi inspirasi bagi seluruh tenaga pendidik di Kabupaten Tabanan untuk terus meningkatkan kompetensi dan memperluas wawasan di tingkat global.
“Prestasi yang diraih Bapak I Ketut Darjika Astu merupakan kebanggaan bagi dunia pendidikan Kabupaten Tabanan. Keberhasilan ini membuktikan bahwa guru-guru kita memiliki kompetensi yang mampu bersaing di tingkat internasional”, katanya.
Keberhasilan Astu bukanlah prestasi yang diraih dalam waktu singkat. Sebelumnya, Astu berhasil menyelesaikan studi Magister Teknologi Pendidikan di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melalui Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI)-LPDP dengan predikat cum laude dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99.
Pengalaman internasional Astu juga terbilang panjang. Sebelum mengikuti program NZELTO, Astu pernah mengikuti International Teachers Programme (ITP-ITEC) di India yang didanai Pemerintah India, Seminar on School yang didanai Pemerintah China, serta 9th International Conference on Interdisciplinary Business, Economy, Management, and Social Studies (IBEMS) di Perth, Australia yang didanai LPDP.
“Saya merasa sangat bersyukur dan bangga dapat mewakili Kabupaten Tabanan dan Indonesia dalam program internasional ini,” ujar Astu.
Di bidang akademik, Astu aktif sebagai penulis dan peneliti. Hingga kini, Astu telah menerbitkan tiga buku melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, sementara satu buku lainnya dijadwalkan terbit tahun ini. Selain itu, dua hasil penelitiannya telah dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 3 sebagai bentuk kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pendidikan di Indonesia.(*).



















