BulelengKesehatan

Antisipasi Demam Berdarah, Desa Banjarasem Lakukan Fogging

BULELENG,MEDIA9.ID – Upaya pencegahan demam berdarah (DB) dilakukan di Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Minggu (5/7/2026). Pihak Desa bersama Tim Relawan Dokter Caput menggelar fogging di wilayah tersebut setelah beberapa warga dilaporkan terjangkit DB.

Perbekel Desa Banjarasem, I Made Sirsa mengapresiasi atas gerak cepat tim relawan yang langsung merespons permintaan warga.

“Ada warga kami yang terdampak. Untuk mengantisipasinya, kami lakukan fogging di seputaran Banjar Dinas Dajan Rurung,” ujarnya

BACA JUGA:  Pemkab Buleleng Matangkan Persiapan Akhir Lovina Festival 2026

Ia menegaskan fogging bukan satu-satunya cara. Warga diminta tetap menjaga kebersihan lingkungan.

“Fogging ini bukan berarti setelah kena baru dilakukan. Warga agar meluangkan waktu untuk bersih-bersih, supaya tidak ada genangan-genangan air,” tegasnya.

Made Sirsa menyebut pihak desa sudah berkoordinasi dengan Puskesmas dan memiliki kader Jumantik. Namun pembinaan belum dilakukan rutin.

BACA JUGA:  Launching 'SAKTI' dan 'EMAAK PKK', Bupati Sutjidra Optimis Perkuat Akurasi Adminduk

Ia berharap ke depan pemerintah daerah lebih aktif melakukan tindakan pencegahan di wilayahnya.

“ Ke depan kami berharap pemerintah yang mewilayahi Desa Banjarasem ikut melakukan hal seperti ini dengan cepat” ungkapnya.

Sementara itu, Dokter Caput mengatakan pihaknya langsung menyiapkan fogging setelah mendapat permintaan dari desa.

“Inilah bentuk gerak cepat dari perbekel yang menyadari pentingnya antisipasi penyakit yang jadi momok di masyarakat yaitu demam berdarah. Begitu desa menghubungi, kita langsung siapkan,” jelasnya.

BACA JUGA:  SMP Negeri 2 Singaraja Perkuat Prestasi, Karakter, dan Budaya Sekolah Aman

Ia mengingatkan, pencegahan utama DB tetap pada perilaku masyarakat melalui 3M.

“Menguras, mengubur, dan menutup sumber-sumber air dan genangan. Banjarasem dan Seririt ini daerah endemis. Jangan sampai DB ini membawa korban. Tanggung jawab kesehatan bukan hanya pemerintah, tapi kita bersama,”tandasnya. (06).

Back to top button