Jokowi Izinkan Lepas Masker, Masyarakat Memilih Lepas atau Tetap Pakai Masker ?

BALIOTONOM.id (24/5/2022)| Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu mengumumkan bahwa masyarakat kini diperbolehkan melepas masker pada saat beraktivitas di ruangan terbuka. Kebijakan itu diambil karena Covid – 19 sudah mulai melandai. Lalu bagaimana masyarakat Denpasar, Bali menyikapinya?
Menurut pantauan di lapangan seperti yang terlihat di café kawasan Tukad Barito, Denpasar Bali, Selasa (23/5/2022) tampak beberapa masyarakat yang sudah tidak menggunakan masker, namun juga ada yang tetap menggunakannya dengan berbagai alasan.
Salah satu pengunjung café, Bintang (21) mengaku sudah terbiasa menggunakan masker sehingga perlu menyesuaikan diri kembali. “Kalau saya pribadi, menggunakan masker sudah jadi kebiasaan yang melekat pada diri saya, apalagi pandemi sudah berjalan hampir 3 tahun,” ujarnya saat dijumpai.
Menurutnya dengan waktu yang lama tentu akan sulit untuk mengubah kebiasaan yang sudah tertanam, namun lebih lanjut ia mengaku bahwa perlahan hanya akan mengunakan masker di beberapa situasi seperti sedang sakit atau di ruangan tertutup.
“Tentu itu bukan waktu yang sedikit untuk mengubah kebiasaan yang sudah cukup lama diterapkan, tapi perlahan kemungkinan saya hanya akan menggunakannya di beberapa situasi,” tambahnya.
Pengunjung lainnya, Komang (20) merasa senang dengan adanya pengumuman pemerintah tersebut. Ia mengaku bahwa akhirnya ia dapat bernafas dengan lega.“Saya sih senang ya, menurut saya bagus karena akhirnya dapat memperlancar pernafasan daripada harus terus menggunakan masker,” ujarnya.
Komang juga mengatakan bahwa saat ini ia sudah tidak menggunakan masker lagi, karena menurutnya yang harus tetap menggunakan masker adalah orang yang sakit saja.
Iya sudah tidak pakai lagi, masker itu harusnya dipakai oleh orang yang sakit aja supaya tidak menularkan ke orang lain,” ujarnya menambahkan.
Paramitha ( 24), karyawan swasta, pun mengatakan bahwa kebijakan tersebut sudah sesuai dengan keadaan masyarakat, hanya saja tergantung bagaimana masyarakat menyikapi hal ini.
“Keputusan dari presiden ini masuk akal karena sejalan sama keadaan masyarakat, kalau masih mau pakai ya kan tidak dilarang, jadi balik lagi ke individunya” katanya. Paramitha menegaskan bahwa saat ini ia menggunakan masker sudah bukan karena takut dengan Covid-19 tetapi karena rentan apabila terkena debu maupun polusi udara.
“Saya tetap pakai kalo keluar rumah soalnya malah gampang sakit kalau kena debu dan polusi bukan karena covid, jadi mau gamau tetap pakai,” tegasnya.(*/cok)



















