Sisi Ontologis Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Oleh Umar Ibnu Alkhatab
Pengamat Kebijakan Publik
Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dilansir duet Pak Koster dan Pak Cok Ace saat maju dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali pada tahun 2018 dan visi tersebut telah dijalankan dengan penuh tanggungjawab selama masa jabatan 2018-2023. Sebagian besar capaian visi tersebut dirangkum dalam apa yang disebut sebagai 44 Tonggak Penanda Peradaban Bali Era Baru.
Di antara tonggak-tonggak tersebut dapat disebutkan, misalnya, Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali, Bali Digital Festival, Penataan Kawasan Suci Besakih, Kawasan Pusat Kebudayaan Bal, Shortcut Singaraja – Mengwitani, dan Pelabuhan Segitiga Sanur–Sampalan–Bias Munjul.
Pengerjaan visi dan kemudian dapat diwujudkan dalam bentuk program yang bisa dilihat dan dirasakan bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Di samping dibutuhkan komitmen yang kuat dari pembuat visi tersebut, dibutuhkan juga sebuah diskusi yang dialektis untuk menghasilkan sebuah visi yang memiliki daya jangkau jauh ke depan namun dapat diwujudkan di masa sekarang.
Dalam diskusi yang dialektis itu kita akan menemukan dan memetakan sisi ontologis dari visi tersebut. Artinya, kendati visi itu adalah sesuatu yang diproyeksikan, sesuatu yang diimpikan, sesuatu yang menjadi tujuan masa depan, tentu saja visi berisikan pikiran-pikiran yang terdapat di dalam benak seseorang, dan pikiran-pikiran itu merefleksikan gambaran masa depan yang ingin dicapai seseorang.
Dalam konteks itu, menemukan sisi ontologis dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali ini sangatlah penting guna mempertegas bahwa sebuah visi tidak dikerjakan dalam ruang kosong, tetapi dalam ruang yang penuh dengan masalah-masalah yang membutuhkan jawaban yang taktis dan praktis.
Secara garis besar, visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali memuat kemauan untuk memuliakan alam Bali dengan segala isinya dan mengandung makna mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia melalui pembangunan yang terpola, terencana, dan terintegrasi.
Visi tersebut dimaksudkan untuk menuju orde Bali Era Baru dengan menata secara komprehensif pembangunan di Bali. Akar visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali adalah kearifan lokal yang menancap sangat kuat di dalam kehidupan masyarakat Bali.
Kearifan lokal dianggap mampu menjamin solidaritas masyarakat dan memberikan garansi pada keberlangsungan kebudayaan Bali sehingga dapat dipakai untuk menggerakkan pembangunan demi mewujudkan Bali Era Baru yang kelak ditandai dengan tatanan kehidupan baru, yakni Bali yang kawista, Bali yang tata-titi tentram kerta raharja, dan Bali yang gemah ripah loh jinawi.
Secara kualitatif, visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali mencerminkan pandangan hidup, pengetahuan dan berbagai strategi. Kesemua itu menjiwai dan mewarnai jalannya perumusan program pembangunan guna menjawab berbagai persoalan masyarakat Bali. Dalam konteks ini, kearifan lokal bukan hanya mencakup adat istiadat, tetapi juga meliputi pandangan hidup masyarakat mengenai sumber daya alam yang ada di wilayah mereka. Dari kearifan lokal yang demikian itulah, visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali memiliki cakupan yang sangat luas.
Pak Koster dan Pak Cok Ace sangat meyakini kekuatan kearifan lokal Bali sehingga bersedia menjadikannya sebagai landasan fundamental bagi upaya mereka berdua untuk membawa Bali ke era yang baru. Pak Koster sendiri tak jemu-jemunya melontarkan bahwa kearifan lokal Bali haruslah merupakan referensi utama sistem pembangunan di Bali.
Pak Koster mengilustrasikan kearifan lokal Bali sesuai visi Nangun Sat Nangun Sat Kerthi Loka adalah dengan sepenuhnya menerapkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, yaitu enam sumber utama kesejahteraan dan kebahagiaan kehidupan manusia yang meliputi Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi.
Tentu saja, visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali memiliki pijakan yang kuat dalam tradisi pemikiran masyarakat Bali yang bijaksana dan bersifat holistik karena mencakup banyak aspek kehidupan. Tidaklah keliru jika kita menyimpulkan bahwa filosofi Nangun Sat Kerthi Loka Bali adalah konkretisasi terhadap kearifan lokal Bali yang dianggap memiliki akar yang kuat di dalam tradisi masyarakat Bali namun tidak memiliki ruang untuk berkembang dan dikembangkan.
Substansi terdalam dari visi ini adalah bahwa segala sesuatu yang hidup dan berkembang di dalam masyarakat Bali memiliki kesanggupan untuk memajukan masyarakat Bali, dan hal itu sedang diakomodir oleh Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Kita sangat yakin bahwa visi tersebut adalah realitas tersendiri yang memiliki kualitas tertentu yang bisa dibedakan dengan realitas-realitas yang lain. Ibarat seorang karib yang lama tak jumpa, meski sudah berubah, kita akan tetap mengenalinya karena ia memiliki kualitas tersendiri yang membedakannya dengan sahabat yang lain.
Tabanan, 23 Agustus 2023.



















