EkonomiTabanan

Strategi Tekan Inflasi, Pemprov Bali Canangkan Bangun Pasar Induk di Tabanan

TABANAN, baliotonomi.com (5/10/2023) – Pemprov Bali mencanangkan pembangunan Pasar Induk di Kabupaten Tabanan sebagai upaya mengendalikan inflasi sesuai arahan Pj Gubernur Sang Made Mahendra Jaya.  

Guna membahas ketersediaan lahan untuk Pasar Induk, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, I Wayan Serinah melaksanakan kunjungan kerja lapangan, Rabu (4/10/2023).

Ia didampingi Kepala Biro Pengadaan Barang/ Jasa dan Perekonomian I Ketut Adiarsa, Deputi Kepala Bank Indonesia Diah Utari bersama OPD serta instansi terkait.

Kunjungan tim diterima Sekda Tabanan I Gede Susila didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Tabanan Anak Agung Dalem Trisna Ngurah, dan Kepala  Bappeda  I Gede Urip Gunawan.

BACA JUGA:  KI Bali dan Diskominfo Tabanan Gelar Bimtek Monev KIP 2026

I Wayan Serinah mengatakan, Pasar Induk dibangun untuk menjaga ketersediaan pangan, sekaligus melaksanakan pengendalian inflasi jangka menengah yang secara nyata berkontribusi bagi pembangunan ekonomi Bali.

Pembangunan Pasar Induk dinilai sangat relevan sebagai tempat penyuplai atau penyedia bahan pokok kebutuhan sehari-hari di Bali, karena dengan adanya pasar induk, maka penyedia bahan pangan akan terpusat dan harga akan bisa di kontrol satu pintu.

BACA JUGA:  Bupati Buleleng Serahkan Bantuan Pertanian Bagi 30 Subak untuk Perkuat Ketahanan Pangan

“Tidak adanya Pasar Induk menyebabkan inflasi yang dialami Bali lebih besar dari pusat (Jakarta),” kata Serinah.

Sesuai perencanaan awal, Pasar Induk akan dibangun di salah satu dari empat kabupaten, antara Denpasar, Gianyar, Tabanan atau Badung sehingga satu per satu kabupaten ini dikunjungi untuk diketahui kondisi pasar yang ada.

Kepala Biro PBJEK Setda Provinsi Bali I Ketut Adiarsa menambahkan, jika pasar induk sudah terbangun dan beroperasi maka transaksi antara pedagang dan pembeli dapat langsung terjadi, sehingga dapat memotong berlipat gandanya peran tengkulak yang secara langsung membuat harga di pasar umum menjadi mahal.

BACA JUGA:  Hari Bhayangkara Ke-80, Bupati Sanjaya Apresiasi Polres Tabanan

Sementara, Deputi Kepala Bank Indonesia Diah Utari mengatakan,  pasar induk dapat menjadi referensi harga sehingga dapat diketahui margin harga, yang nantinya juga dapat mempengaruhi penentuan harga di pasar umum, dan selanjutnya menentukan margin harga yang tidak terlalu jauh.

Setelah melaksanakan koordinasi, seluruh tim terkait juga melakukan kunjungan lapangan ke Pasar Tabanan. (*/04).

Back to top button