DenpasarEkonomi

Pj Gubernur Bali Pantau Ketersediaan Pasokan dan Harga Bahan Pokok di Pasar Badung

DENPASAR,baliotonomi.com (5/11/2023) – Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya menyambangi Pasar Badung ,Denpasar, Sabtu (4/11/2023) pagi.

Sang Made Mahendra Jaya didampingi Ny drg. Ida Mahendra Jaya melakukan peninjauan dari lantai satu pasar yang menyediakan kebutuhan beras, daging, ikan, buah dan sayuran, kemudian lantai atas untuk rempah-rempah dan perlengkapan upacara Bali seperti sarung, payung dan keranjang.

 

Pj Gubernur yang juga didampingi Kadisperindag Provinsi Bali, I Wayan Jarta juga melihat fasilitas pendukung pasar seperti gudang penyimpanan/transit barang, hingga toilet.

BACA JUGA:  Apel Siaga Pilah Sampah Dipusatkan di Bali, Gubernur Koster Ajak Tuntaskan dari Sumber

 

Pj Gubernur Bali juga berbincang langsung dengan sejumlah pedagang untuk mengetahui harga dan ketersediaan pasokan. Selain itu, Ny drg Ida Mahendra Jaya juga nampak langsung berbelanja sejumlah kebutuhan pokok.

 

Mahendra Jaya mengatakan,  kedatangannya selain melihat dari dekat aktivitas di Pasar Badung, juga  meninjau harga dan ketersediaan komoditas terutama bahan pangan.

BACA JUGA:  Gubernur Koster: PSEL Bali Jadi Solusi Tuntas Persoalan Sampah, Perkuat Citra Pariwisata

” Saya monitor tadi, harga relatif stabil. Tidak ada harga kebutuhan sehari-hari seperti sembako yang harganya melonjak drastis, ” Ungkapnya.

 

Namun demikian Mahendra Jaya memastikan Pemerintah Daerah akan terus memantau kestabilan pasokan dan harga kebutuhan pokok di pasaran. ” Intervensi tentu terus akan dilakukan memastikan ketersediaan pasokan dan untuk menjaga kestabilan harga dan inflasi. Itu terus kita lakukan,” Ujarnya.

BACA JUGA:  Gubernur Koster Siap Support Ratu Speed Dunia Jadi Dosen, Harap Terus Berjuang Harumkan Bali

 

Pria kelahiran Singaraja ini juga mengapresiasi ketersediaan fasilitas di Pasar Badung. Seperti contohnya ada sejumlah layar display yang menampilkan harga terkini bahan-bahan pangan seperti sembako. ” Saya apresiasi ini, bentuk komunikasi antara pedagang dan masyarakat. Sehingga masyarakat tahu harganya ( bahan-bahan pokok, red), ” Tukas Mahendra Jaya.(*/03).

Back to top button