DenpasarEkonomi

LPD Diharapkan Lebih Inovatif dan Jadi Solusi Permasalahan Ekonomi Warga

DENPASAR,baliotonomi.com (27/11/2023) – Penjabat Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya  mengapresiasi keberadaan LPD di Bali karena sangat unik dan mungkin hanya satu-satunya ada di Indonesia.

 

“Bali itu sangat unik, selain mempunyai desa dinas layaknya desa-desa di Indonesia, juga memiliki desa adat yang menjadi kekuatan utama menjaga adat dan kebudayaan Bali,” ujarnya.

 

Hal itu dijelaskannya dalam audiensi bersama  Badan Kerja Sama Lembaga Perkreditan Desa (BKS LPD)  di ruang tamu Gubernur Bali, Kantor Gubernur Bali, di Denpasar, Senin (27/11/2023).

 

Ia meyakini peranan LPD di Desa sangat penting, karena salah satu penggerak perekonomian warga. Menurutnya banyak warga yang sudah percaya dan tergantung dengan keberadaan LPD. “Untuk itu ke depan saya harap LPD bisa terus melakukan sesuatu hal yang inovatif agar makin dicintai masyarakat serta terus memberikan solusi-solusi bagi permasalahan perekonomian warga,” ujarnya.

BACA JUGA:  Gubernur Koster Siap Sukseskan Bali Jadi Percontohan Program Digitalisasi Bansos

 

Apalagi, tambahnya, Bali mempunyai desa dinas dan desa adat dengan BUMDES dan BUPDA di dalamnya. Jika kedua Badan Usaha tersebut bersatu dan di bawah naungan LPD itu bisa menjadi kekuatan besar bagi perekonomian dan pembangunan desa di Bali.

 

“Ibaratnya Bali itu mempunyai double gardan, jadi ekonominya bisa melaju kencang,” imbuhnya.

 

Ia pun tidak memungkiri, jika di berbagai LPD memang terdapat sedikit masalah, namun hal itu diharapkannya tidak mengganggu kinerja LPD-LPD yang sehat dan bagus. Selain itu, LPD tidak hanya mementingkan keuntungan atau bisnis semata.

 

“Lebih dari itu, LPD harus bisa menyelesaikan permasalahan keuangan warga, karena seperti kita ketahui sifat LPD juga pada dasarnya adalah ngayah kepada masyarakat,” tuturnya.

 

BACA JUGA:  Rayakan Tumpek Krulut, Gubernur Koster Imbau Kada Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Ke depan Pj. Mahendra Jaya juga meminta semua pemangku kepentingan untuk terus menjaga keberadaan LPD.

“Ibaratnya seperti main layangan, kapan perlu ditarik kapan perlu diulur, begitu juga dengan mengurus LPD. Saya yakin bapak-bapak lebih jago dari saya dalam bidang keuangan, sehingga ke depan LPD bisa terus eksis di Bali,” tutupnya.

 

Sementara, Kepala Dinas Pemajuan Desa Adat (PMA) Provinsi Bali I.G.A.K Kartika Jaya Seputra mengatakan bahwa Dinas PMA sebagai Pembina LPD telah bekerja sama dengan Badan Kerjasama (BKS) Lembaga Perkreditan Desa (LPD) sebagai mitra pemerintah dalam membina LPD.

Ia mengakui memang LPD di Bali tidak sepenuhnya sehat, yaitu sekitar 65%, namun pihaknya terus berupaya memperbaiki.

“Kami terus memperbaiki baik dari segi administrasi hingga SDM,” tuturnya.

 

Ia pun mengajak para pengurus LPD untuk memaknai LPD sebagai khayangan suci di masing-masing desa, dengan para pengurus LPD sebagai para pemangkunya.

BACA JUGA:  Wagub Bali Bacakan Pendapat Akhir Gubernur, Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui Bersama

“Di sana ada Ida Bhatara Melanting, yang akan memberikan kesejahteraan bagi krama desa. Dengan subhakti krama bentuknya menabung, meminjam dan mengembalikan uang, sehingga LPD di Bali benar-benar terawat dan sehat,” harapnya.

 

Sebelumnya, Ketua BKS LPD Nyoman Cendikiawan melaporkan, saat ini terdapat 1.493 LPD di Bali, namun tidak semua LPD tersebut beroperasi dengan baik. Saat ini usia LPD di Bali sudah mencapai 39 tahun, sehingga ia berharap Pemprov Bali bisa terus mendukung keberadaan LPD.

 

Selain itu, dalam kesempatan sore itu ia juga melaporkan jika hingga saat ini BKS LPD belum mempunyai kantor tetap dan masih mengontrak, sehingga pihaknya meminta bantua Pemprov Bali untuk memfasilitasi.(*04).

Back to top button