Buleleng

Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng Gelar Gebyar Sambungan Baru

BULELENG, baliotonomi.com (13/7/2024) – Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng terus berinovasi dalam mengejar pelanggan di tahun 2024. Salah satunya dengan menggelar gebyar sambungan baru dengan target 3.000 sambung baru pada tahun 2024 ini.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, Made Lestariana, dalam acara temu wartawan, Jumat (12/7/2024) menjelaskan, saat ini sudah ada 65.071 sambungan rumah.

“Dari 65.071 sambungan rumah yang kami miliki, sebagian besar pelanggan rumah tangga, yakni 89 persen, atau hampir 90 persen,” katanya.

Lestarina mengungkapkan, pada tahun 2024 ini, pihaknya menargetkan menambah 3.000 sambungan baru melalui program Gebyar Sambungan Baru. Namun, hingga Juni lalu, baru terealisasi 1.800 sambungan baru atau baru 36 persen.

BACA JUGA:  Terima Audiensi Mahasiswa Cipayung Plus, DPRD Buleleng Tekankan Solusi Bersama untuk Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

“Ada pelanggan sudah mendaftar, namun pada saatnya belum melaksanakan pembayaran,” kata Lestariana.

Gebyar Sambungan Baru memberikan diskon untuk biaya pasang sambungan baru. Disebutkannya, untuk golongan R1 dikenakan biaya Rp 1.400.000 dari tarif normal Rp 1.800.000 dan untuk golongan R2 dikenakan biaya Rp 1,5 juta dari biaya normal Rp 2 juta atau ada diskon 500 ribu.

Gebyar Sambungan Baru ditargetkan ada tambahan minimal 1.000 sambungan baru pada tri wulan ini.

“Sehingga nanti secara keseluruhan dicapai target 3.000 dalam tahun ini. Kalau bisa melampaui,” ujar Lestariana.

BACA JUGA:  PTMSI Buleleng Bidik Hattrick Juara Umum di Porprov 2027

Dikatakannya, sebenarnya Gebyar Sambungan Baru ini biasa dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Yakni dalam rangka memperingati HUT ke-79 Kemerdekaan RI pada Agustus, dan HUT ke-38 Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng pada September nanti.

Sementara untuk target keuangan, tambah Lestariana, sudah tercapai. Menurutnya, Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng menyetor Rp 7,5 miliar ke PAD Kabupaten Buleleng pada tahun 2023. Sedangkan untuk tahun 2024, Perumda Air Minym Tirta Hita Buleleng diberi target Rp 8 miliar untuk disetor ke PAD Kabupaten Buleleng dari deviden atau laba perusahaan.

“Saya rasa target itu bisa kami capai,” tandas Lestariana dengan penuh percaya diri.

BACA JUGA:  Antisipasi Demam Berdarah, Desa Banjarasem Lakukan Fogging

Lestariana pun menanggapi pertanyaan seputar bagaimana antisipasi musim kemarau yang serinhg terjadi di Buleleng. Lestariana mengatakan, musim kemarau rutin dihadapi setiap tahun. Mulai bulan Juni sampai puncaknya November.

“Kami sudah siapkan antisipasi pelayanan dengan memaksimalkan sumber-sumber air yang ada. Kami juga menyiagakan pelayanan melalui mobil tangki. Termasuk partisipasi kami mendukung BPBD Buleleng dalam mengatasi bencana kekeringan yang biasanya terjadi di beberapa desa,” tandasnya.

Ditanya soal jangkau layanan, Lestariana mengungkapkan bahwa sampai saat ini Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng melayani 68 desa dari 148 desa yang ada di Kabupayen Buleleng. (06)

Back to top button