BulelengEkonomi

BMI Buleleng Sukses Kembangkan Ternak Kambing Etawa

BULELENG, media9.id – Peternakan kambing yang diinisiasi Ketua BMI Buleleng, Dr. Putra Sedana, alias Dr. Caput untuk dikelola oleh anggota ranting terbilang sukses.

Dalam rentan waktu beberapa tahun, dari 5 ekor kambing yang diternak kini menjadi 32 ekor.

dr Caput mengatakan, Ide awal peternakan kambing bermula dari keprihatinan melihat anggota ranting PDI Perjuangan yang belum memiliki pekerjaan tetap.

Kemudian, pihaknya memberi lahan di wilayah Kelurahan Banjar Paketan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng untuk dikelola. Dilahan itu, dr Caput memberikan lima ekor kambing untuk dikelola.

BACA JUGA:  Pemkab Buleleng Target 25 Ribu Pengunjung di Lovina Festival 2026

“Ide awal mucul saat ngobrol-ngobrol santai. Kita tau teman ranting banyak yang tidak punya pekerjaan. Sehingga mucul ide ini. Kita rangkul, hingga sekarang sudah jadi 32 ekor”ungkap dr Caput

Dia menambahkan, peternakan itu otomatis memberikan kesejahteraan bagi anggota ranting. Sebab, selain daging kambing maupun bibit, kotorannya juga memiliki nilai jual. Bahkan kotorannya sudah terjual hingga mencapai Rp 32 juta.

BACA JUGA:  Lovina Festival 2026 Dibuka, Bupati Buleleng Tegaskan Kolaborasi dan Inklusivitas Sebagai Kunci Penguatan Pariwisata Bali Utara

“Ini jelas bisa angkat kesejahteraan dan kemandirian pengelola peternakan. Dan ini kita akan kawal dan juga akan kembangkan”imbuhnya

Dengan adanya peternakan ini, pihaknya berharap di setiap wilayah di Buleleng bisa meniru. Agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

” Nanti kita pasti bantu. Sesuai dengan potensi setiap desa itu sendiri. Tidak hanya dibidang ternak. Tapi pertanian, perikanan dan yang lainya. Sehingga masyarakat bisa sejahtera,”ungkap

BACA JUGA:  Ratusan Guru Ikuti Workshop Buleleng Excellent Teacher 2026

Sementara itu, Komang Beni, selaku pengelola peternakan menambahkan, bahwa pendapatan dari penjualan kotoran kambing sangat membantu meningkatkan kesejahteraan para peternak.

“Dalam sebulan, bisa mendapatkan sekitar Rp 2 juta hanya dari penjualan kotoran. Ini sangat membantu kami memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Kata dia, keberhasilan peternakan kambing ini tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi para peternak, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan. Saat ini, peternakan tersebut telah mempekerjakan 3 orang karyawan. (06)

Back to top button