Pompa Hidram Subak Nyampuan Tabanan Bali Diresmikan

BALIOTONOM.id (16/2/2022) – Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Sonny Aprianto dan Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya meresmikan Bendungan Pompa Hidram di Subak Nyampuan, Desa Tangguntiti, Selemadeg Timur, Tabanan, pada Rahina Purnama Sasih Kesanga, Selasa (15/2/2022).
Gubernur Bali, Wayan Koster menyatakan Kabupaten Tabanan merupakan salah satu Kabupaten di Bali yang terkuat dalam pengelolaan sektor pertanian, yang terkenal sebagai produsen beras terbanyak dengan berbagai varian diantaranya beras putih, beras merah, beras hitam maupun beras kuning yang berkualitas.
Namun dalam perkembangannya, seperti yang dilaporkan oleh Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya bahwa pertanian di Tabanan menghadapi beberapa kendala seperti kekeringan, khususnya pada musim kemarau. Sehingga berimbas pada hasil produksi yang semakin menurun. Hampir seluas 240 Hektare lahan petani mengalami kesulitan air, hanya mampu bercocok tanam padi 1 kali pada periode bulan Oktober dan Maret, selebihnya hanya menanam komoditi palawija.
Menanggapi hal tersebutlah, Gubernur Bali jebolan ITB ini menyatakan perlunya sinergi yang kuat antar seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pusat, provinsi hingga kabupaten untuk menanggulanginya.
Menurutnya keberadaan Pompa Hidram mampu mengatasi permasalahan yang selama ini tidak terpecahkan.
“Ini benar-benar program riil, bisa menyasar permasalahan dasar pertanian di Tabanan selama ini. Kita semua patut mendukungnya, semoga bisa mengangkat potensi produksi pertanian di daerah ini. Karena itu, Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas program yang diselenggarakan oleh Pangdam IX Udayana,” jelas Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.
Dari sekitar 240 Ha lahan yang mengalami kesulitan air, hampir 160 Ha dipastikan akan mendapatkan pasokan air yang cukup dengan keberadaan Pompa Hidram tersebut. Jika selama ini hanya mampu sekali panen dalam waktu setahun, dengan asumsi per 1 Ha menghasilkan 10 ton gabah. Kedepan kata Wayan Koster, peningkatan hasil produksi bisa diraih, apabila para petani mampu bercocok tanam padi 2 kali dalam setahun.
Mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini menyatakan akan memberikan dukungan pendanaan yang bersumber dari APBD, fasilitasi anggaran dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian terkait, maupun pendanaan yang berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR). Karena memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami bersama Pak Bupati wajib hukumnya mendukung melalui fasilitasi pendanaan yang tentunya langsung menyasar program ini. Nanti coba Kami carikan format agar tidak melalui mekanisme, karena jika melalui APBD tentunya harus lewat tender. Kalau tender tentunya belum bisa dilaksanakan seperti ini oleh anggota Bapak Pangdam. Mungkin Kita bisa manfaatkan pola hibah kepada TNI, sehingga bisa mendukung program ini, mungkin hibah CSR salah satunya,” tegas Gubernur Bali.
Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Sonny Aprianto menjelaskan program yang diprakarsai Kementerian Pertanian RI dengan melibatkan personil TNI, merupakan salah satu bentuk program TNI untuk mengatasi permasalahan rakyat disekitar wilayah yang dinaungi.
“Inilah bukti kalau negara itu hadir untuk rakyat dengan mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada,” ujar Mayjen TNI Sonny Aprianto.(*/03)



















