Nasional

Digitalisasi Tidak bisa Dihindari, Harus Diakrabi Melalui Literasi

BALIOTONOM.id (15/6/2022)| Masyarakat kini semakin akrab dengan iklan masyarakat dari Kemenkominfo yang mensosialisasikan migrasi siaran televisi dari televisi analog ke televisi digital.

Tag line yang disampaikan penyanyi papan atas Indonesia yang sudah go internasional Agnes Mo di berbagai media yang mempopulerkan “bersih gambarnya, jernih suaranya dan canggih teknologinya “ untuk televisi digital, semakin akrab dibenak banyak orang.

Kemajuan teknologi informasi yang tidak mungkin dibendung dan dihindari, menghadapkan kehidupan dengan apa yang disebut dengan era digital. Era digital adalah masa dimana aktivitas masyarakat hingga informasi disebarluaskan dengan menggunakan teknologi digital. Termasuk siaran televisi yang kini sedang berproses dan akan benar-benar “Analog switch off “ November 2022.

BACA JUGA:  FWK Imbau Presiden Hentikan Pernyataan Lemahkan Semangat Masyarakat

Pertanyaannya, apakah masyarakat sudah benar-benar paham dan segera mengganti TV analognya dengan TV digital atau minimal memasang atau menambahkan perangkat yang disebut Set Top Box untuk mendapat layanan televisi digital?

Menurut pandangan Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Undiknas Denpasar Nuning Indah Pratiwi, S.Sos, M.I.Kom, walau kini belum maksimal, karena memerlukan dana di tengah perkonomian yang belum pulih, pada saatnya masyarakat tidak bisa menghindar.

BACA JUGA:  FWK Sesalkan Presiden Prabowo Sebut Wartawan Londo Ireng

Nuning menganalogikan, bagi masyarakat, migrasi televisi analog ke televisi digital seperti syarat vaksin covid-19 untuk berbagai keperluan.

Kendati tidak setuju atau tidak senang, akhirnya vaksin juga karena merupakan kebutuhan. Demikian juga untuk migrasi ke TV digital, pada saatnya ketika Analog Switch Off sudah mutlak, mau tidak mau atau suka tidak suka msyarakat akan menerimanya.

BACA JUGA:  Ketua PWNU Jawa Barat Dukung Komjen Karyoto Jadi Kapolri

Ia mengingatkan, pentingnya literasi digital bagi semua komponen. Karena akan mampu membuat individu dapat berpartisipasi di era dunia modern.

“Itu akan mewujudkan tatanan masyarakat kritis kreatif, bisa memilah dan memilih yang bermanfaat dan tidak mudah tertipu sesuatu yang berbasis digital.

Nuning menambahkan, apapun itu ditengah gempita migrasi TV analog ke TV digital harus dibarengi dengan upaya perbaikan isi dan program siaran. (*/02)

Back to top button