Gubernur Bali dan Ketua Dekranasda Bali Tampilkan Parade Busana Adat di Tokyo

BALIOTONOM.id (10/4/2023)| Gubernur Bali Wayan Koster bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Bali Ny. Putri Suastini Koster mendapatkan kehormatan dari Duta Besar RI untuk Jepang menghadiri Peringatan 65 Tahun Hubungan Diplomatik antara Indonesia dan Jepang pada, Minggu (2/4/2023) di Wisma Duta KBRI Tokyo, Jepang.
Momen bersejarah ini mendapat apresiasi dari berbagai institusi dan lembaga di Jepang, setelah Gubernur Bali bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Bali mempromosikan produk fesyen berbahan tenun khas Bali melalui kegiatan Parade/Fesyen Busana Adat dan Busana Karya Desainer Bali.
Disamping itu juga menyelenggarakan pameran produk unggulan kerajinan khas Bali serta mengkampanyekan produk hasil pertanian, perkebunan, dan kelautan di Bali yang dirangkai dengan kegiatan Promosi Terpadu Trade, Tourism and Investment di Tokyo, Jepang, sekaligus menjadi penegas bahwa Bali sebagai tujuan destinasi wisata utama dunia juga memiliki produk UMKM/IKM yang sangat estetik, unik, dan berkualitas yang dikemas dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Bali yang sangat adiluhung.
Gubernur Bali dalam sambutannya menyampaikan puji syukur ke Hyang Widhi Wasa, karena atas limpahan karunia-nya, Kita dapat berkumpul bersama di Wisma Duta, KBRI di Tokyo, dalam suasana penuh persahabatan, kedamaian, guna menyaksikan parade busana adat dan fesyen karya desainer Bali bereputasi. Mengiringi parade ini, juga disajikan pameran produk unggulan khas Bali.
Pascapandemi COVID-19, Pemerintah Provinsi Bali berjuang membangkitkan dan menumbuhkan kembali fondasi Perekonomian Bali yang tertuang dalam konsep Ekonomi Kerthi Bali untuk mewujudkan Bali Berdikari dalam Bidang Ekonomi.
Konsep Ekonomi Kerthi Bali dibangun dan dikembangkan berlandaskan nilai-nilai filosofi Sad Kerthi dengan memiliki 6 (enam) Sektor Unggulan, meliputi Pertanian dengan Sistem Pertanian Organik, Kelautan/Perikanan, Industri berbasis Budaya Branding Bali, IKM, UMKM, dan Koperasi, Ekonomi Kreatif dan Digital; serta pariwisata berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat.(*/03)



















