EkonomiNasional

Capres Prabowo Subianto Bicara Kebebasan Pers dan Ekonomi Pancasila

JAKARTA, baliotonomi.com (4/1/2024) – Calon presiden Prabowo Subianto memenuhi undangan PWI untuk mengikuti acara Dialog Capres berkaitan dengan Hari Pers Nasional (HPN) 2024 di Gedung PWI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2024).

Prabowo Subianto yang datang mengenakan pakaian serba cream disambut Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, Sekjen PWI Pusat Sayid Iskandar, Wasekjen Raja Pane dan seluruh jajaran PWI Pusat.

Dengan wajah sumingrah Prabowo Subianto berjalan menuju ruang pertemuan di Lantai IV Ruang PWI Pusat.
Sebelumnya, capres Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan sudah memenuhi undangan PWI beberapa waktu lalu.
Ketua PWI Pusat Hendry Ch Bangun mengucapkan terima kasih atas kehadiran Prabowo Subianto.

“Dengan kehadiran Pak Prabowo melengkapi acara Road to Hari Pers Nasional (HPN) yang menghadirkan ketiga Capres untuk menyampaikan visi misi dan program unggulannya kepada Anggota PWI di seluruh Indonesia dan Pers pada umumnya,” kata Hendry Ch Bangun.

BACA JUGA:  Kerambitan Creative Space 2026 Sukses Jadi Ruang Promosi Budaya dan Penggerak Ekonomi Masyarakat

Prabowo Subianto juga mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas undangan dan diskusi yang dilaksanakan PWI Pusat dan memberikan kesempatan kepadanya untuk menyampaikan program unggulannya.

“Terima kasih atas undangan PWI. Saya sudah siapkan buku lengkap saya untuk PWI. Terdapat tiga buku. Pertama, soal kepemimpinan, kedua soal pemirikan saya tentang Indonesia dan ketiga terkait strategi transformasi bangsa dalam pemikiran dan pemahanan sama. Silahkan untuk dibaca,” kata Prabowo mengawali sambutannya.

Ada dua poin penting yang disampaikan Prabowo, yakni ekonomi dan kebebasan pers. Untuk kebebasan pers, Prabowo dengan tegas mengatakan pentingnya kebebasan pers karena kebebasan pers yang dinamis akan mendorong percepatan pembangunan.

BACA JUGA:  Wabup Gede Supriatna Ajak Koperasi Bertransformasi Menjadi Pilar Ekonomi Modern dan Penggerak Kesejahteraan Rakyat

“Kita tahu ada masalah di negara kita tentu dari pers,” katanya.

Di bidang ekonomi, Prabowo meyakini sistem ekonomi yang cocok untuk Indonesia bukanlah kapitalisme dan neoliberalisme, tapi sistem Pancasila yang merupakan penggabungan keduanya yang berakar dari pengalaman Indonesia yang cukup lama dijajah dan bangkit ingin hidup Makmur.

“Yang kita anut ekonomi Pancasila. Dan sudah sangat jelas cetak biru sudah ada di Undang-Undang Dasar 45. Intinya tim saya dalam Indonesia Maju, bahwa pembangunan suatu bangsa dimana tujuannya mencapai kemerdekaan sejati,” ucapnya.

“Apa yang kita nikmati saat ini merupakan hasil dari para pemimpin terdahulu yang sudah dirintis sejak lama, termasuk Presiden SBY dan Presiden Jokowi yang dua periode membangun bangsa ini. Stabilitas sanget terjaga,” lanjut Prabowo.

BACA JUGA:  Dukung Sensus Ekonomi, Koster Wajibkan Data sebagai Landasan Menyusun Perencanaan Pembangunan Bali ke Depan

Terkait program susu dan makan gratis, Prabowo Subianto menekankan pentingnya menjaga kesehatan generasi bangsa sebaik-baiknya. Prabowo juga senang dapat diskusi Bersama PWI dan akan mengatur pertemuan lebih lanjut Bersama PWI untuk diskusi kebangsaan.

“Visi saya jelas Indonesia harus Makmur dan sejahtera. Hilirisasi adalah kunci utama kemakmuran Rakyat Indonesia. Saya kira itu saja, nanti kita atur lagi dan saya akan undang untuk kita diskusi Bersama lagi,” kata Prabowo.

“Saya ini orang yang demokrasi dan menjamin kebebasan pers,” pungkas Prabowo. (01)

Back to top button