Risiko Bencana Cukup Tinggi, Pemkab Tabanan Riview KRB 2022-2026

TABANAN.MEDIA9.ID – Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka review dokumen Kajian Risiko Bencana tahun 2022–2026, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyusun dokumen Kajian Risiko Bencana periode 2027–2030 yang lebih komprehensif dan berbasis data.
FGD dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan. Di antaranya, perwakilan BNPB, BPBD Provinsi Bali, BMKG, BPS, PLN, PDAM, PMI, Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB), serta perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan menegaskan, Kabupaten Tabanan merupakan salah satu daerah dengan tingkat risiko bencana yang cukup tinggi di Provinsi Bali. Dari 14 potensi ancaman bencana yang ada, sebanyak 9 jenis di antaranya terdapat di wilayah Tabanan.
Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang matang, kolaboratif, dan berkelanjutan dalam upaya penanggulangan bencana. Kajian risiko ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan daerah menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.
Tujuan yang diharapkan melalui FGD ini antara lain, mempercepat respons pemerintah daerah dalam penanganan bencana, mengintegrasikan seluruh pemangku kepentingan, meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap potensi risiko bencana, dan mengoptimalkan penataan ruang berbasis mitigasi risiko.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kebencanaan, di mana dokumen kajian risiko harus tersusun secara legal dan menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap melalui sinergi lintas sektor dan dukungan data yang akurat, dokumen Kajian Risiko Bencana ke depan dapat menjadi instrumen yang efektif dalam melindungi masyarakat serta mendukung pembangunan yang tangguh terhadap bencana.(*/04).



















