
BULELENG, MEDIA9.ID – Pengurus Cabang (Pengcab) Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Buleleng menggelar kegiatan Gashuku serta ujian kenaikan tingkat dan penurunan kyu di Sekolah Taruna Mandara, Singaraja, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya diselenggarakan di sekolah tersebut.
Ketua Harian Pengcab INKAI Buleleng Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG alias Dokter Caput, membeberkan alasan kuat di balik pemilihan SMA Taruna Mandara sebagai lokasi kegiatan.
Menurutnya, sekolah yang diinisiasi oleh tokoh kharismatik Bali, Made Mangku Pastika, itu secara konsisten menjadikan karate sebagai kurikulum wajib dalam menempa fisik dan mental para siswanya.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Made Mangku Pastika selaku pemilik yayasan yang telah menyiapkan fasilitas luar biasa ini sehingga Gashuku dan ujian INKAI bisa berjalan lancar,” ucap dr. Caput.
Lebih jauh, figur yang dikenal ramah ini menegaskan bahwa gashuku dan ujian bukan sekadar rutinitas penjemputan sabuk baru. Lebih dari itu, ajang ini berfungsi sebagai kawah candradimuka untuk menguji kematangan teknik para atlet secara berkala dan berkesinambungan.
Pembinaan yang disiplin, terukur, dan berbasis program jangka panjang ini diyakini mampu melahirkan bibit-bibit atlet berkelas. Terlebih, Buleleng kini tengah bersiap menatap ajang bergengsi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali mendatang.
“Prestasi itu tidak lahir instan, melainkan lewat proses tempaan seperti ini. Astungkara, secara umum kesiapan FORKI Kabupaten Buleleng menyambut Porprov sudah sangat matang,” tandas dr. Caput.
Sementara itu, Sekretaris Umum INKAI Pengcab Buleleng Putu Arga menyebut, penguji langsung dari Pengda INKAI Bali. Ia mengatakan, bahwa jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sangat tinggi, yakni hampir mencapai 200 peserta yang sebagian besar didominasi oleh siswa-siswi dari Taruna Mandara di samping peserta dari jalur umum.
Ia juga merinci bahwa jenjang kepangkatan yang diuji bervariasi dari tingkat dasar hingga menengah.
Terkait materi yang diujikan, pihak penguji menegaskan bahwa seluruhnya telah disesuaikan dengan standar kurikulum yang ada.
“Ya tentu kurikulum pembinaan itu kan menyesuaikan sabuk. Jadi kita pelatih sudah mengerti sabuk putih materinya apa, sabuk kuning materinya apa, sabuk biru dan sabuk coklat materinya apa. Jadi para atlet tinggal mengikuti sehingga program pembinaan ini berjalan sesuai dengan standar-standar yang kita harapkan,” pungkasnya.
Pemilik yayasan sekaligus mantan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, menegaskan bahwa sejak awal berdirinya sekolah ini, pihaknya memang memiliki visi besar untuk mencetak calon-calon pemimpin masa depan. Para siswa yang di lingkungan sekolah ini disebut sebagai taruna, dibekali dengan fondasi yang kokoh untuk masa depan mereka.
“Ya, yang jelas di sini sejak awal berdiri, saya ingin sekolah ini yang kita harapkan bisa mencetak calon-calon pemimpin masa depan bagi para siswa yang di sini disebut taruna ya, itu memiliki bekal untuk ke depannya. Bekal fisik, mental, karakter yang kuat, fisik yang sehat dan kuat tentu saja, dan akademik yang juga handal,” ujar Made Mangku Pastika.
Ia menambahkan, melalui pembinaan yang komprehensif ini, para siswa diharapkan memiliki kesiapan mental yang matang saat lulus nanti.
“Sehingga, begitu para siswa ini tamat, begitu keluar dari sini, ya tadi mereka siap, punya rasa percaya diri yang tinggi, dan mempunyai mental yang tangguh, disiplin yang baik, sehingga dengan demikian kita bisa berharap kepada mereka untuk ke depan bisa menjadi calon-calon pemimpin kita, baik di tingkat lokal Bali, nasional, maupun kalau mungkin, kenapa tidak,” tandasnya. (*)



















