KarangasemPemerintahan

Komisi III DPRD Karangasem Dorong Perumda Tirta Tohlangkir Tekan Persentase Kebocoran Air

KARANGASEM, MEDIA9.ID – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karangasem menggelar rapat kerja (raker) dengan Perumda Tirta Tohlangkir, Senin (26/1/2026).

Raker dipimpin Ketua Komisi III Wayan Sunarta, dihadiri anggota Komisi III dan Direktur Perumda Tirta Tohlangkir I Komang Haryadi Parwata beserta jajaran itu membahas evaluasi kinerja dan rencana kerja 2026.

Wayan Sunarta menilai ada beberapa point yang menjadi perhatian legislatif. Di antaranya kebocoran air atau non revenue water (NRW) harus terus diantisipasi meskipun angka kebocoran di Karangasem masih di bawah ambang nasional.

BACA JUGA:  Fraksi DPRD Buleleng Sepakat Lanjutkan Pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan itu mengungkapkan, persentase kebocoran air masih di bawah 25 %. Bulan Agustus tercatat 22 %.

“Ini patut diapresiasi karena di bawah rata – rata nasional. Tapi, manajemen harus tetap menekan,” harapnya.

Anggota Komisi III juga mendorong Perumda Tirta Tohlangkir tetap mengembangkan jaringan di semua kecamatan di Karangasem. Tidak hanya terfokus di Kecamatan Kubu. Sehingga pengembangan jaringan meningkat tiap tahunnya.

BACA JUGA:  Ketua DPRD Karangasem Apresiasi Dedikasi Polri pada Hari Bhayangkara Ke-80

Ditambahkan, secara umum kinerja Perumda Tirta Tohlangkir selama 2025 berjalan sangat baik. Capaian laba terus meningkat, dan kondisi perusahaan makin sehat. “Secara umum kami mengapresiasi kinerja di 2025, dan rencana di 2026,” akuinya.

“Dari laba tahun 2024 yang dibukukan pada 2025, keuntungan sekitar Rp4 miliar lebih. Sedangkan pada 2025 dirancang mencapai Rp5 miliar, dan laba baru akan dibukukan 2026. Tahun depan sudah masuk laba murni,” jelas Sunarta, politisi asal Kecamatan Manggis.

Direktur Perumda Tirta Tohlangkir I Komang Haryadi Parwata mengungkapkan, kebocoran air masih menjadi permasalahan utama. Pihaknya terus melakukan upaya menekan persentase kebocoran. Di antaranya pendekatan ke tokoh masyarakat.

BACA JUGA:  DPRD Karangasem Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Menjadi Perda

“Pihak Perumda Tirta Tohlangkir terus melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan tokoh masyarakat untuk membantu pelaporan di lapangan,” jelas Haryadi Parwata.

Untuk saat ini kondisi perusahaan dinilai sehat dan memenuhi kriteria rasio keuangan (RCF). Identifikasi kebocoran terus dilakukan meski belum memiliki sistem pendeteksi kebocoran modern. “Kami terus mengidentifikasi kebocoran,” tutup Haryadi Parwata.(adv,05)

Back to top button