Musrenbang, Gus Par Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Kubu dan Sidemen

KARANGASEM, MEDIA9.ID – Arah pembangunan Karangasem mulai dipetakan dari tingkat kecamatan. Banyak usulan warga yang muncul saat Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) RKPD yang digelar di Kecamatan Sidemen dan Kubu.
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata saat menghadiri Musrenbang di Kecamatan Kubu mengatakan, seluruh usulan masyarakat akan diseleksi secara cermat agar tepat sasaran dan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, kata Gusti Putu Parwata, pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik, juga peningkatan kualitas hidup masyarakat. Setiap anggaran diharuskan menyentuh kebutuhan dasar warga dan membuka peluang ekonomi baru untuk meningkatkan kesejahteraan.
“Di tengah kesibukan hari ini, saya sengaja meluangkan waktu untuk mengikuti Musrenbang sampai selesai supaya usulan masyarakat Kubu benar – benar terakomodasi,” kata Gus Par–panggilan akrab Bupati Parwata.
Sebanyak 172 usulan desa muncul di Musrenbang (Kubu) yang didominasi pada bidang pemerintahan dan pembangunan manusia.
Selain itu, usulan bidang perekonomian dan sumber daya alam, serta bidang infrastruktur untuk mendukung distribusi hasil produksi.
Pemerintah Karangasem menilai, Kubu memiliki potensi sektor pertanian pada lahan kering dan peternakan.
Program yang dirancang diharapkan mampu mengintegrasikan bantuan sarana produksi, akses permodalan, dan pemasaran.
Sementara itu, Musrenbang di Kecamatan Sidemen dihadiri Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa.
Dalam forum, Guru Pandu menekankan pentingnya sinergi antara desa dinas dan desa adat dalam menjaga keseimbangan pembangunan ekonomi dan pelestarian budaya di Bali.
Sidemen memiliki kekuatan pada sektor pertanian, kerajinan, serta pariwisata berbasis alam serta budaya. Pembangunan harus memberi ruang bagi tumbuhnya usaha masyarakat sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Rangkaian Musrenbang ini menjadi penegasan bahwa perencanaan pembangunan Karangasem disusun dari bawah, dengan aspirasi masyarakat sebagai pondasi utama,” jelas Guru Pandu.(05)



















