PendidikanTabanan

Bunda Literasi, Duta Baca dan Duta Demokrasi Tabanan Dikukuhkan

TABANAN, MEDIA9.ID – Komitmen membangun generasi unggul berbasis literasi dan demokrasi kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui pengukuhan Bunda Literasi, Duta Baca, dan Duta Demokrasi.

Kegiatan dirangkaikan dengan kegiatan bertajuk “Literasi Cerdas Membangun Generasi Hebat Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani” berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Marya, Senin (20/4/2026), ini dihadiri ratusan siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA/SMK se-Kabupaten Tabanan.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tabanan bersama Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tabanan dan Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Tabanan sebagai bagian dari penguatan budaya literasi dan pendidikan demokrasi di kalangan generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, Ni Ketut Rai Wahyuni Sanjaya, yang akrab disapa Bunda Rai, resmi dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Kabupaten Tabanan. Sementara itu, I Gede Paramartha Daisuke Matzusawa, dikukuhkan sebagai Duta Baca Kabupaten Tabanan, serta Yohanes Elsandy Banawas sebagai Duta Demokrasi Kabupaten Tabanan.

BACA JUGA:  Hari Bhayangkara Ke-80, Bupati Sanjaya Apresiasi Polres Tabanan

Tidak hanya itu, turut dikukuhkan sebanyak 376 Duta Baca Sekolah dan 376 Duta Demokrasi Sekolah yang diharapkan menjadi motor penggerak literasi di lingkungan pendidikan.

Pengukuhan dilakukan oleh Bupati Tabanan yang diwakili oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga.

Dalam sambutan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dibacakan oleh Wabup Dirga, disampaikan pesan bahwa para duta memiliki peran strategis dalam pembangunan generasi.

“Dengan dikukuhkannya para duta ini, kami berharap mereka mampu menjalankan peran mulia dalam mendampingi, menggerakkan, serta menginspirasi masyarakat untuk mewujudkan anak-anak Tabanan yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia,” ujarnya.

BACA JUGA:  Tabanan Raih Juara Mesatua Bali dan Taman Penasar di PKB XLVIII

Wabup Dirga menegaskan, kegiatan ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar seremoni.

“Pengukuhan ini bukan sekadar seremonial, tetapi penegasan arah kita bersama bahwa Tabanan tidak hanya membangun infrastruktur fisik, melainkan juga membangun peradaban melalui literasi pengetahuan dan literasi demokrasi,” tegasnya.

Menurutnya, Bunda Literasi, Duta Baca, dan Duta Demokrasi merupakan penggerak nyata perubahan di masyarakat.

“Mereka bukan hanya simbol, tetapi simpul kesadaran yang menyalakan pelita budaya membaca, memperluas cakrawala berpikir, serta membangun masyarakat yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tabanan, I Nyoman Putra mengapresiasi dukungan berbagai pihak.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tabanan atas dukungan penuh terhadap kegiatan ini, serta kepada Bunda Rai Wahyuni Sanjaya dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan Festival Literasi Demokrasi ini,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kerambitan Creative Space 2026 Sukses Jadi Ruang Promosi Budaya dan Penggerak Ekonomi Masyarakat

Dari kalangan pelajar, semangat yang sama juga disampaikan Duta Baca I Gede Febri Hartawan dari SMA Negeri 1 Pupuan. Menurutnya, peran duta sangat penting di tengah tantangan era digital.

“Tugas sebagai duta ini sangat mulia dan akan berdampak besar bagi generasi Tabanan, terutama di tengah gempuran digitalisasi saat ini,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti ancaman hoaks yang kian marak.

“Saat ini literasi semakin terdistrupsi, banyak informasi hoaks yang mengeksploitasi emosi. Kehadiran Duta Baca dan Duta Demokrasi sangat tepat untuk bersama-sama menggerakkan budaya literasi di kalangan generasi muda,” tambahnya.(*/04).

Back to top button