Dandim Karangasem Prioritaskan Perkuat Ekonomi Desa dan Atasi Krisis Air

KARANGASEM, MEDIA9.ID – Komandan Kodim (Dandim) 1623/Karangasem Letkol Inf. Putu Gede Widiarta terus mendorong berbagai program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
Hal itu dilakukan dengan memperkuat sinergitas bersama masyarakat dan pemerintah daerah dalam pembangunan serta menjaga stabilitas wilayah.
Sejumlah program menjadi perhatian serius. Di antaranya, pengembangan perekonomian warga, pembangunan infrastruktur pedesaan, penguatan ketahanan pangan, dan kemanunggalan TNI bersama rakyat.
Di bidang ekonomi, kata Putu Gede Widiarta, Kodim 1623/Karangasem melaksanakan program strategis nasional berupa pembangunan fisik gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Karangasem.
“Ada sembilan KDKMP yang 100 persen siap beroperasi. Sisanya masih dalam proses pembangunan,” kata Putu Widiarta, Minggu (9/8/2026).
Menurutnya, keberadaan KDKMP menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan ketersediaan kebutuhan pokok di tingkat desa. Persoalan kelangkaan minyak goreng, LPG, pupuk, dan kenaikan harga beras menjadi perhatian. Koperasi diharapkan dapat memperkuat rantai pasok hingga distribusinya menjangkau warga pedesaan.
“Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan menjadi infrastruktur negara untuk menjamin pasokan kebutuhan pokok masyarakat sampai ke pedesaan,” ungkap Gede Putu Widiarta.
Selain menyediakan kebutuhan pokok, KDKMP juga akan berperan dalam menyerap hasil pertanian dan perikanan warga.
Dengan demikian, petani, nelayan, dan pelaku usaha di desa memiliki akses pasar yang lebih menguntungkan. Koperasi dapat membantu mengurangi persoalan permainan harga hasil pertanian di tingkat petani.
Selain penyediaan kebutuhan dan penyerapan hasil pertanian, koperasi nantinya diproyeksikan memiliki unit usaha simpan pinjam. Layanan ini diharapkan dapat memberikan alternatif pembiayaan bagi masyarakat desa, terutama yang membutuhkan modal usaha di tengah maraknya pinjaman online serta praktik rentenir.
“Keberadaan layanan pembiayaan melalui KDKMP diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat di tengah banyaknya pinjaman online dan rentenir dengan bunga yang membebani masyarakat,” jelasnya.
Selain koperasi, TNI juga terlibat dalam pembangunan infrastruktur dasar masyarakat, seperti Jembatan Garuda serta sumur bor. Sejumlah pembangunan jembatan telah diselesaikan, seperti di Desa Manggis. Sementara itu, pembangunan lainnya masih berlangsung di tiga desa.
Pembangunan Jembatan Garuda di beberapa titik bermula dari kebutuhan warga, terutama anak sekolah yang selama ini harus melewati sungai atau menempuh perjalanan lebih jauh karena tidak ada akses penghubung yang memadai. Pembangunan jembatan dipandang sebagai program yang memiliki manfaat besar bagi warga.
“Ketika melihat anak-anak harus menempuh perjalanan jauh untuk bersekolah karena tidak ada jembatan, tentu kita merasa tersentuh. Dari situ kami memahami bahwa pembangunan jembatan ini merupakan tugas mulia. Mempermudah mobilitas petani, pedagang, dan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” imbuhnya.
Pembangunan sumur bor juga menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, seperti di Kecamatan Kubu, Selat, dan Karangasem. Keterbatasan ketersediaan air bersih menjadi keluhan warga di sejumlah desa di Kabupaten Karangasem.
“Bermula dari kesulitan warga di desa yang mengeluhkan ketersediaan air. Kadang warga harus membeli air Rp300 ribu per tangki. Kalau dekat, mungkin Rp150 ribu per tangkinya. Dari situ kemudian kami melapor kepada pimpinan untuk membangun sumur bor,” tambah Putu Gede Widiarta.
Saat ini, Kodim Karangasem tengah mengerjakan sekitar 10 titik sumur bor yang tersebar di sejumlah desa. Penerima manfaat dari pembangunan sumur bor rata-rata mencapai 100 kepala keluarga (KK). Fasilitas tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk pertanian dan peternakan.
“Keberadaan satu titik sumur bor diharapkan mampu memberikan dampak yang luas terhadap kehidupan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Air sumur bor bukan untuk kebutuhan rumah tangga saja, tetapi juga dimanfaatkan untuk pertanian, peternakan, dan kegiatan ekonomi warga lainnya,” akunya.
Setelah pembangunan selesai, masyarakat diminta bertanggung jawab terhadap pemanfaatan serta perawatan fasilitas yang dibangun. Perawatan mesin, misalnya, dilakukan secara berkala. Jika di kemudian hari terjadi kerusakan yang membutuhkan perbaikan, masyarakat dapat bergotong royong untuk memperbaikinya.
Dandim juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam setiap pembangunan yang dilakukan Kodim. Dukungan masyarakat tidak selalu berbentuk tenaga, tetapi juga dapat berupa dukungan logistik maupun bantuan lainnya.
Berbagai program pembangunan tidak dapat berjalan tanpa kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat. Semua pihak memiliki peran dan kekuatan. TNI memiliki sumber daya serta jaringan yang dapat digunakan untuk membantu percepatan pembangunan. Sementara itu, pemerintah daerah dan masyarakat memiliki peran penting dalam menyediakan dukungan dan memastikan keberlanjutan program.
Untuk generasi muda Karangasem diminta agar mempersiapkan diri. Ia meminta generasi muda untuk rajin belajar, menuntut ilmu setinggi-tingginya, memiliki daya juang, serta membangun karakter yang kuat.
“Generasi muda adalah masa depan bangsa dan negara. Tugas kalian saat ini adalah belajar dengan rajin, membangun karakter yang hebat, memiliki semangat dan cita-cita tinggi, serta menjadi generasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Terakhir, Dandim mengajak masyarakat Karangasem untuk menjaga nilai kebersamaan, kerukunan, dan gotong royong. Menurutnya, gotong royong dapat menjadi kekuatan besar dalam menghadapi berbagai persoalan. Ketika masyarakat bersatu, sumber daya dan kemampuan yang dimiliki akan menjadi lebih besar.
“Kalau kita bergotong royong, yang awalnya lemah akan menjadi kuat. Kita juga akan memiliki rasa memiliki bersama dan keinginan untuk merawat hasil pembangunan bersama-sama,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mewariskan konflik kepada generasi berikutnya. Setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat diharapkan dapat diselesaikan dengan mengutamakan persatuan dan kepentingan bersama.
“Mari kita jaga perdamaian, kerukunan, serta tetap bersatu. Jika ada konflik, segera selesaikan. Jangan mewariskan konflik kepada generasi muda. Rendahkan ego dan pilih persatuan,” tutupnya.(*)



















